Ekspor RI Diyakini Tetap Tancap Gas di 2025 Meski Bayang-Bayang Tarif Trump Menguat

Akurat Banten - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah tetap mematok optimisme tinggi terhadap capaian ekspor nasional tahun 2025 meski tensi dagang global, khususnya kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, masih menjadi tantangan utama.
“Oh, tidak menghambat, kami tetap optimistis,” ujar Budi.
Hingga Oktober 2025, kinerja ekspor Indonesia tercatat 234,04 miliar dolar AS atau sekitar 79,5 persen dari target tahunan yang dipatok 294,5 miliar dolar AS.
Budi menyebut pergerakan ekspor yang menguat di akhir tahun menjadi alasan pemerintah yakin target besar itu masih mungkin dicapai.
“Lonjakan akhir tahun kemarin 7,1 persen secara tahunan, sekarang tumbuh 6,96 persen sejak Januari sampai Oktober, jadi kami akan terus mengejar,” ujarnya.
Optimisme itu juga diperkuat setelah Kemendag menggelar pertemuan bersama Kadin Indonesia dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).
“Kami kemarin diskusi dengan Kadin dan GPEI, dan semua sepakat bahwa capaian itu bukan sesuatu yang mustahil,” kata Budi.
Sementara itu, pembahasan terkait negosiasi tarif Indonesia-AS masih berlangsung dan belum menemukan kesepakatan akhir.
“Masih menunggu, mudah-mudahan bisa segera,” ungkapnya.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2025 kembali mencatat surplus sebesar 2,39 miliar dolar AS, hasil dari ekspor 24,24 miliar dolar AS dan impor 21,84 miliar dolar AS.
BPS mencatat ekspor nasional tumbuh 6,96 persen secara tahunan, sementara impor naik tipis 2,19 persen.
Adapun surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat melonjak signifikan menjadi 14,9 miliar dolar AS pada periode Januari–Oktober 2025, dibanding 11,6 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menjelaskan kenaikan surplus tersebut didorong oleh strategi banyak eksportir yang melakukan front loading atau percepatan pengiriman barang sebelum tarif baru AS resmi diterapkan pada awal Agustus 2025.
Menurutnya, langkah itu membuat stabilitas neraca dagang Indonesia dengan AS tetap terjaga meski tekanan kebijakan perdagangan meningkat.
Dengan tren surplus yang masih kuat, pemerintah menilai ruang akselerasi ekspor masih terbuka, sekaligus menjadi penopang optimisme menghadapi dinamika ekonomi global tahun depan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









