Banten

Tiga Pemimpin Pulau Timur Dorong Revolusi Harga Tiket demi Wisata yang Lebih Terjangkau

Moehamad Dheny Permana | 27 November 2025, 23:49 WIB
Tiga Pemimpin Pulau Timur Dorong Revolusi Harga Tiket demi Wisata yang Lebih Terjangkau

Akurat Banten - Tiga gubernur dari Bali, NTB, dan NTT kembali menunjukkan komitmen kuat mereka untuk membuka akses perjalanan yang lebih murah dan mudah bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kesepakatan ini ditegaskan melalui penandatanganan kerja sama regional yang mengusung fokus baru pada pembenahan konektivitas udara, darat, dan laut di kawasan timur Indonesia.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut langkah ini sebagai “awal konsolidasi besar” untuk memastikan harga tiket pesawat tidak lagi menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat.

“Kita ingin membuat perjalanan antardaerah lebih terjangkau, dan itu hanya bisa terjadi kalau tiga provinsi ini bergerak bersama,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan bahwa masing-masing Dinas Perhubungan diberi tugas untuk memetakan akar persoalan tingginya biaya transportasi agar dapat segera dirumuskan langkah lanjutan yang lebih konkret.

Menurut dia, suara tiga gubernur yang disatukan dalam satu meja negosiasi akan jauh lebih kuat ketika dibawa ke pemerintah pusat maupun maskapai penerbangan.

“Kalau kami bicara bersama, maskapai pasti lebih mendengar,” katanya.

Semangat kolaborasi yang sama juga disampaikan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menilai pertemuan tersebut tidak hanya soal teknis transportasi, tetapi juga menyentuh sejarah panjang hubungan tiga wilayah yang dahulu dikenal sebagai Sunda Kecil.

Baca Juga: Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Mulai Ditegakkan, Jakarta Ambil Sikap Tegas

Ia mengatakan kerja sama kali ini menjadi momentum untuk menguatkan kembali hubungan historis sekaligus membuka ruang baru bagi pengembangan pariwisata, perdagangan, energi terbarukan, dan ekspor-impor.

“Ini bukan sekadar MoU, ini kelanjutan dari ikatan panjang yang harus dijaga,” ujar Koster.

Sementara itu, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyebut Mandalika sebagai tempat yang tepat untuk menandai langkah besar ini karena tiga provinsi serumpun tersebut ingin mempercepat perubahan ekonomi kawasan.

Ia menilai pertemuan kali ini jauh lebih substantif karena langsung membahas program kerja yang dapat dieksekusi tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Pertemuan ini memang sengaja dibuat lebih ramai karena kami ingin bergerak cepat,” ujarnya.

Melkiades mengungkapkan bahwa pertemuan lanjutan di NTT nantinya akan melibatkan seluruh bupati dan wali kota agar setiap program unggulan daerah dapat langsung disambungkan satu sama lain.

“Kami ingin setiap daerah punya kontribusi, bukan hanya jadi penonton,” katanya.

Ia menambahkan bahwa lokasi pertemuan di Mandalika menjadi simbol kesiapan tiga provinsi tersebut untuk “berlari lebih cepat” mengejar ketertinggalan dari wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga: Gelombang Penangkapan di Berlan Guncang Matraman Setelah BNN Menyapu Bersih Sarang Pengedar

“Tiga provinsi ini siap bergerak sesuai arahan Presiden Prabowo untuk memulai kebangkitan ekonomi dari kawasan Sunda Kecil,” ucapnya.

Dengan tekad memperjuangkan harga tiket pesawat yang lebih murah dan konektivitas lintas wilayah yang lebih kuat, kolaborasi tiga gubernur ini diharapkan menjadi babak baru bagi pertumbuhan ekonomi dan industri pariwisata di Bali, NTB, dan NTT.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.