Trump Tegaskan Belum Ada Batas Waktu Hamas, Tapi AS Siap Ambil Tindakan Tegas

Akurat Banten - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya belum menetapkan tenggat waktu bagi Hamas untuk melucuti senjata mereka, meski memperingatkan kemungkinan intervensi jika kelompok tersebut gagal memenuhi komitmen gencatan senjata di Gaza.
Trump menyatakan, "Saya tidak memberikan 'batas waktu yang tegas', tetapi AS akan melihat bagaimana semuanya berjalan."
Saat ditanya apakah ia yakin Hamas akan menyerahkan senjatanya, Trump menegaskan bahwa kelompok itu telah menyatakan kesediaannya untuk melakukannya.
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang diinisiasi oleh Trump sebelumnya terbagi menjadi dua fase.
Tahap pertama, yang terdiri dari 20 poin, sudah dicapai antara Israel dan Hamas awal bulan ini.
Poin-poin ini mencakup pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina sebagai bagian dari implementasi awal kesepakatan.
Tahap kedua akan berfokus pada rekonstruksi Gaza dan pembentukan pemerintahan baru di wilayah tersebut tanpa keterlibatan Hamas secara langsung.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Tegak Lurus Hadapi Korupsi Demi Kepentingan Rakyat
Sejak Oktober 2023, konflik berskala besar di Gaza yang melibatkan agresi militer Israel telah menelan korban nyawa hampir 68.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Wilayah Gaza kini mengalami kerusakan parah dan hampir tidak layak huni bagi penduduknya, dengan infrastruktur dasar banyak yang hancur akibat serangan udara dan blokade yang berkepanjangan.
Trump menekankan bahwa keterlibatan AS bersifat pengawasan dan tekanan diplomatik, bukan penempatan pasukan di lapangan.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan Hamas terhadap komitmen kesepakatan sebagai syarat bagi kelanjutan fase rekonstruksi dan stabilisasi di Gaza.
"Jika mereka tidak melaksanakan janji mereka, langkah-langkah tegas akan kami lakukan, baik secara langsung atau melalui sekutu kami," ujar Trump.
Kesepakatan ini mendapat sorotan internasional karena menjadi salah satu upaya penyelesaian konflik paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir, yang dipelopori langsung oleh mantan presiden AS.
Sementara itu, para pengamat menilai bahwa keberhasilan fase kedua gencatan senjata akan sangat bergantung pada kerjasama politik di dalam Gaza dan dukungan internasional untuk rekonstruksi wilayah.
Baca Juga: Cekcok Soal Uang Motor, Ibu Muda di Serpong Dianiaya Suami Siri Hingga Luka di Kepala
Trump menegaskan bahwa prioritas utama AS adalah memastikan keamanan warga sipil dan stabilitas regional, sambil menekan Hamas untuk memenuhi kesepakatan secara penuh.
Dengan situasi di Gaza yang masih genting, setiap langkah diplomatik dan politik kini menjadi sorotan dunia internasional.
Ke depan, keberhasilan implementasi gencatan senjata ini akan menentukan apakah kawasan itu bisa pulih dari krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Presiden Trump kembali menekankan, "Kami tidak akan mengerahkan pasukan ke lapangan, tapi kami akan memastikan janji mereka ditepati."***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa









