Banten

Darurat Limbah Medis di Serang: Puluhan Ribu Alat Kesehatan Bekas Mengancam Permukiman Warga

Moehamad Dheny Permana | 20 Oktober 2025, 19:15 WIB
Darurat Limbah Medis di Serang: Puluhan Ribu Alat Kesehatan Bekas Mengancam Permukiman Warga

Akurat Banten - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, bergerak cepat menanggapi penemuan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis yang menumpuk di dekat perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mempercepat evakuasi limbah yang mengandung alat kesehatan bekas, termasuk jarum suntik, kantong infus, tabung dializer, dan kain medis berlumur darah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DLH dan transporter limbah B3 berizin untuk penanganan cepat,” ujar Farach.

Lokasi pembuangan limbah telah diberi segel dan garis polisi, namun keberadaan tumpukan alat kesehatan bekas tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran warga.

Bau menyengat yang muncul terutama saat hujan menambah keresahan masyarakat sekitar.

Farach memastikan pengangkutan limbah akan dilakukan segera setelah jadwal dengan transporter resmi ditetapkan.

“Insya Allah sesegera mungkin, kami menunggu jadwal dengan transporter limbah B3 untuk diangkut,” tegasnya.

Baca Juga: UPDATE! BLT Rp 900.000 Cair Serentak Mulai Hari Ini 20 Oktober 2025: Cek Status Anda Sekarang! Ini Link Resmi Cara Cek

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung di lokasi dan menemukan limbah medis menumpuk hampir sepekan.

“Kalau dari mana asalnya saya tidak tahu, tapi dari sampel ada nama rumah sakit Kabupaten Serang dan ada yang dari luar Banten,” kata Muslim.

Pihak kecamatan telah mengimbau warga agar tidak mendekati area pembuangan karena limbah B3 medis berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Koordinasi ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan Kota Serang, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, DLH Kabupaten Serang, dan Polresta Serang Kota, untuk memastikan prosedur penanganan limbah berjalan aman dan sesuai aturan.

Warga sekitar berharap proses evakuasi limbah berlangsung cepat karena dampak limbah B3 medis yang menumpuk bisa menimbulkan risiko infeksi, kontaminasi lingkungan, dan polusi udara akibat bau yang menyengat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Jangan sampai area ini didekati karena berbahaya,” imbuh Muslim.

Selain itu, Farach menekankan pentingnya penanganan limbah medis secara profesional dan berizin agar tidak mengganggu kesehatan publik maupun lingkungan sekitar.

Proses pengangkutan akan diawasi ketat oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak ada limbah yang tercecer selama pemindahan.

Baca Juga: Agar Tak Tertinggal dalam Persaingan BPR Jatim Didorong Bersatu dan Perkuat Modal

Kejadian ini memicu peringatan bagi pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar pengelolaan limbah B3 medis dilakukan lebih hati-hati.

DLH Kota Serang menegaskan bahwa tindakan preventif dan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam menanggulangi potensi bahaya limbah berbahaya bagi warga.

Muslim menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi ini diharapkan memastikan limbah medis dapat diangkut dan dikelola sesuai prosedur, sehingga tidak lagi menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan kenyamanan warga Walantaka.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.