Banten

Ponpes Al Khoziny Respons Tragedi Mushala Ambruk: Santri Kembali Belajar, Polisi Lakukan Investigasi

Moehamad Dheny Permana | 18 Oktober 2025, 20:21 WIB
Ponpes Al Khoziny Respons Tragedi Mushala Ambruk: Santri Kembali Belajar, Polisi Lakukan Investigasi

Akurat Banten - Pengelola Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh proses hukum terkait ambruknya bangunan mushala pada 29 September 2025 yang menewaskan 63 santri.

Kiai Haji Zainal Abidin, Ketua Alumni sekaligus perwakilan ponpes, menyampaikan bahwa pihak pondok telah menunjuk tim pengacara untuk mendampingi setiap tahapan penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Daerah Jawa Timur dan pihak terkait lainnya.

"Kami akan terus mengikuti prosedur hukum oleh kepolisian. Terkait siapa saja yang dimintai keterangan, kami sudah menunjuk beberapa pengacara untuk mendampingi proses hukum yang ada," ujar Zainal.

Selain itu, pihak ponpes juga menegaskan menjaga ketat area bangunan utama yang berada di sekitar lokasi mushala ambruk, termasuk asrama santri putra dan ruang kelas, yang saat ini masih dibatasi garis polisi.

Langkah ini dilakukan agar proses penyelidikan berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak tak berwenang.

Baca Juga: Penggerebekan Apartemen di Tangerang Bongkar Pabrik Sabu Rahasia dengan Omzet Rp1 Miliar

"Kami memastikan tidak ada pihak luar yang bisa memasuki area terlarang demi kelancaran proses hukum," imbuh Zainal.

Aktivitas belajar mengajar secara bertahap kembali normal, meski kegiatan tersebut dipusatkan di luar bangunan utama yang masih masuk zona terlarang.

Hal ini dilakukan sebagai wujud keterbukaan dan penghormatan terhadap jalannya investigasi.

Pihak ponpes menyerahkan sepenuhnya proses hukum, termasuk evaluasi dari para ahli konstruksi terkait bangunan mushala yang runtuh.

Zainal menegaskan, ponpes siap menindaklanjuti rekomendasi dari para ahli apabila ada bangunan lain yang dinilai perlu diperbaiki atau dibongkar demi keselamatan seluruh santri.

"Kami akan mengikuti saran ahli agar seluruh bangunan di ponpes aman dan memenuhi standar konstruksi yang berlaku," jelasnya.

Menindaklanjuti musibah tersebut, Pondok Pesantren Al Khoziny segera memulai kembali kegiatan belajar mengajar.

Para santri dari semua jenjang, mulai dari Madrasah Tsanawiyah (SMP), Madrasah Aliyah (SMA), hingga pendidikan tinggi, dijadwalkan kembali ke pondok mulai Jumat malam ini.

Untuk sementara, aktivitas pendidikan akan dipusatkan di Gedung Kuliah 2 Institut Agama Islam Al Khoziny Fakultas Syari’ah, yang sebelumnya difungsikan sebagai posko gabungan Basarnas saat penanganan darurat musibah.

Baca Juga: Gibran Ajak Relawan Awasi Program Strategis Pemerintah Agar Dampak Nyata Dirasakan Masyarakat

Zainal menegaskan, seluruh langkah yang diambil pihak ponpes bertujuan untuk memastikan keselamatan santri dan transparansi dalam proses hukum.

Ia menambahkan, pemulihan aktivitas pondok akan terus berlangsung seiring evaluasi kondisi bangunan dan rekomendasi dari pihak ahli.

"Kami ingin memastikan semua santri bisa belajar dengan aman, sekaligus menghormati proses hukum yang sedang berjalan," tutup Zainal.

Dengan kesiapan ini, Ponpes Al Khoziny menunjukkan komitmen kuat antara menjaga keselamatan santri, menghormati hukum, dan memulihkan kegiatan pendidikan pasca-tragedi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.