BGN Bertindak! SPPG Talangangin Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talangangin, Kalitengah, Sidoarjo, menyusul insiden keamanan pangan yang berdampak kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pasca kejadian tersebut, BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan kepala daerah serta pimpinan MA dan MTs Manbaul Hikam Putat.
BGN juga telah menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari kepada SPPG Talangangin sebagai bagian dari evaluasi.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan. Kemudian kami juga melakukan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG, Talangangin, Kalitengah,” tegas Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, Rabu (2/9).
Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 30 Triliun, BGN Tetap Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027
Tak hanya memberikan suspend berat, BGN turut mengambil langkah internal dengan mencopot Kepala SPPG Talangangin.
Pergantian pimpinan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap insiden sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan SPPG.
“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujar Ketut.
Sementara itu, BGN memastikan tahapan investigasi dan pemeriksaan terkait insiden tersebut masih berlangsung.
Baca Juga: BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?
Dengan demikian, penyebab pasti kejadian yang berdampak pada penerima manfaat belum dapat disimpulkan sebelum seluruh proses investigasi dan pemeriksaan rampung.
Dalam penanganan kasus ini, BGN mengutamakan keselamatan serta kondisi kesehatan penerima manfaat yang terdampak. Perawatan anak-anak yang masih berada di sejumlah rumah sakit menjadi salah satu fokus utama BGN hingga kondisi mereka membaik.
“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” pungkas Ketut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap








