Banten

Geliat Ekonomi NTB Meledak Usai MotoGP Mandalika 2025

Moehamad Dheny Permana | 5 Oktober 2025, 18:54 WIB
Geliat Ekonomi NTB Meledak Usai MotoGP Mandalika 2025

Akurat Banten - Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya menjadi tontonan berkelas, tetapi juga pemicu utama ledakan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Ribuan penonton dari berbagai negara memadati kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi titik puncak kesuksesan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

“Penyelenggaraan kali ini adalah yang terbaik. Okupansi hotel di Mandalika mencapai 100 persen, bahkan sejumlah maskapai harus menambah penerbangan karena tingginya minat penonton,” kata Maya.

Ia menambahkan, MotoGP tidak sekadar perhelatan olahraga dunia, melainkan etalase budaya dan pesona Indonesia di mata dunia.

Menurutnya, acara tersebut menjadi ajang promosi efektif untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportstainment perpaduan antara wisata olahraga dan hiburan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Data Dinas Pariwisata NTB menunjukkan tingkat hunian hotel di seluruh Pulau Lombok mencapai rata-rata 93 persen selama periode balapan.

Baca Juga: Gara-Gara Colokan HP, Jukir di Jakbar Ngamuk dan Tikam Pemilik Warung: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Kota Mataram mencatatkan okupansi hingga 90 persen, sedangkan kawasan The Mandalika penuh sesak dengan tingkat hunian 100 persen.

“Lonjakan wisatawan membawa berkah bagi pelaku UMKM, transportasi, hingga industri kuliner. Semua sektor ikut bergerak,” ujar Maya.

Kegiatan ekonomi masyarakat sekitar pun menggeliat, mulai dari penginapan, pedagang suvenir, hingga penyedia jasa transportasi yang menikmati peningkatan permintaan signifikan.

Demi menampung arus penonton yang terus berdatangan, sejumlah maskapai menambah jadwal penerbangan ke Lombok.

Tercatat total 44 penerbangan tambahan disiapkan oleh berbagai maskapai.

Garuda Indonesia menambah 18 penerbangan, Citilink 10, AirAsia delapan, Pelita Air dua, dan Wings Air enam penerbangan ekstra.

Penambahan ini menunjukkan bagaimana ajang balap internasional tersebut menjadi magnet kuat bagi wisatawan dan komunitas pecinta motorsport dari seluruh dunia.

Sementara itu, Ketua Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Mandalika semakin diakui dunia. Sirkuit kita kembali mendapatkan Homologasi Grade A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM),” ujar Troy.

Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Mandalika sejajar dengan sirkuit ikonik dunia seperti Sepang, Phillip Island, dan Mugello.

Baca Juga: Tiga Situ di Kabupaten Serang Hilang, Diduga Beralih Fungsi Jadi Kawasan Industri

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bangsa, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Lombok dan NTB melalui peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Setiap putaran roda di lintasan Mandalika membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Inilah bukti nyata bahwa olahraga bisa menjadi penggerak pembangunan,” kata Troy.

Dengan pencapaian ini, Mandalika kian kokoh sebagai ikon wisata olahraga Indonesia, sekaligus simbol kemajuan daerah yang mampu bersaing di panggung global.

Ajang MotoGP Mandalika 2025 pun bukan hanya tentang kecepatan di lintasan, melainkan tentang percepatan ekonomi yang dirasakan seluruh masyarakat NTB.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.