Transjakarta Genjot Distribusi Ribuan Kartu Gratis di Jaksel, Warga Kini Lebih Mudah Akses Transportasi Publik

Akurat Banten - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempercepat langkah nyata untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah dan inklusif.
Melalui program distribusi Kartu Layanan Gratis (KLG), ribuan warga Jakarta Selatan kini bisa menikmati akses mobilitas yang lebih mudah tanpa harus memikirkan biaya.
Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Layanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata dari komitmen menghadirkan layanan publik yang merata.
"Melalui kolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, kami salurkan 6.685 kartu layanan gratis bagi masyarakat penerima manfaat," ujar Raditya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut adalah bagian dari 15.065 KLG yang sedang disalurkan secara bertahap di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Percepatan distribusi ini, menurut Raditya, selaras dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar pelayanan publik hadir secara cepat dan tepat sasaran.
"Kami ingin memastikan bahwa transportasi publik benar-benar bisa digunakan oleh semua kalangan, tanpa terkecuali," tambahnya.
Salah satu terobosan penting dalam distribusi kali ini adalah sistem penyerahan langsung di tingkat kelurahan.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Yusril Nahkodai Komite Nasional Antipencucian Uang, Sinyal Perkuat Koordinasi Negara
Dengan begitu, warga tidak perlu lagi datang ke kantor Transjakarta, melainkan cukup menunggu proses penyaluran dari aparat wilayah.
“Kolaborasi dengan Pemkot Jakarta Selatan ini memungkinkan masyarakat penerima manfaat memperoleh KLG langsung di kelurahan, tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor kami,” jelas Raditya.
Model distribusi berjenjang ini dilakukan mulai dari kecamatan hingga kelurahan.
Tujuannya sederhana: memastikan setiap kartu benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat yang membutuhkan.
Di Jakarta Selatan, program ini mencakup 10 kecamatan dengan total 65 kelurahan.
Penerima manfaat juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, guru TK/PAUD, anggota TNI dan Polri, pengurus rumah ibadah, penerima raskin, kader jumantik, hingga para veteran.
“Dengan cara ini, keadilan akses transportasi bisa segera dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan,” imbuhnya.
Adapun distribusi KLG tidak hanya dilakukan di Jakarta Selatan.
Rinciannya mencakup 2.651 kartu untuk Jakarta Pusat, 3.368 kartu di Jakarta Barat, serta 2.361 kartu di Jakarta Utara.
Angka ini menunjukkan bahwa program serupa tengah berjalan serentak di seluruh penjuru ibu kota.
Lebih dari sekadar kartu, KLG diharapkan mampu menjadi simbol keberpihakan pemerintah kota bersama Transjakarta terhadap kelompok masyarakat yang rentan dalam mengakses transportasi.
Program ini diharapkan bisa menjadi jembatan menuju kualitas hidup yang lebih baik, di mana mobilitas tidak lagi menjadi hambatan.
Masyarakat juga diberi pilihan akses lebih fleksibel.
Selain menunggu distribusi langsung di wilayah masing-masing, warga dapat mendaftar KLG secara daring melalui situs resmi klg.transjakarta.co.id.
Dengan begitu, proses pengajuan menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat diakses dari mana saja.
Kehadiran KLG ini diharapkan bukan hanya memudahkan pergerakan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa inklusivitas dalam layanan publik.
Transjakarta ingin menegaskan bahwa transportasi bukan hanya soal perjalanan, melainkan juga tentang keadilan sosial.
“Ini adalah bagian dari upaya kami agar transportasi publik bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Raditya.
Dengan langkah strategis ini, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang merasakan lebih dulu kehadiran kartu layanan gratis, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas mobilitas sekaligus menghadirkan wajah baru transportasi publik yang semakin manusiawi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Polemik Ijazah Jokowi Kembali Memanas, Dokumen Disebut Dibakar dan 3 Saksi Siap Buka Suara
- 10Gatot Nurmantyo Ungkap Skenario Setelah Gugatan Gibran Ditolak, Prabowo Diminta Waspada







