LPPD Provinsi Banten Soroti Kesenjangan Sosial, Desak Bupati Tangerang Tinjau Ulang Tunjangan Pegawai RSUD dan Bapenda

AKURAT BANTEN, TANGERANG – Lembaga Pemerhati Pembangunan Daerah (LPPD) Provinsi Banten menyoroti adanya kesenjangan sosial antara elite pejabat dan rakyat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Sorotan tajam diarahkan pada besarnya tunjangan pegawai di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan RSUD Kabupaten Tangerang.
Komeng Abdul Rohman, Ketua LPPD Banten, meminta Bupati Tangerang, H. Maesyal Rasyid, bersama DPRD Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan evaluasi.
Menurutnya, tunjangan tersebut justru melukai hati rakyat.
“Ia meminta Bupati dan DPRD agar segera mengevaluasi tunjangan pegawai di Bapenda dan RSUD Kabupaten Tangerang. Tunjangan tersebut dirasakan tidak adil dan menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat,” ujar Komeng, Senin (9/9/2025).
Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi yang sulit yang masih menghimpit banyak warga, tambahan tunjangan bagi pegawai justru menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.
Baca Juga: Nino Fernandez Hamili Steffi Zamora, Hamil Duluan Padahal Belum Nikah? Ini Faktanya
“Banyak warga merasa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara, pegawai Bapenda dan RSUD selain menerima gaji juga mendapat tunjangan ekstra. Hal ini jelas memunculkan ketidakadilan,” jelas Komeng.
Lanjut Komeng, ia meminta agar dana tunjangan dialihkan untuk program-program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat menengah ke bawah.
“Saya berharap, DPRD dan Bupati Tangerang dapat mengkaji ulang. Akan lebih bermanfaat jika anggaran tunjangan dialokasikan untuk bantuan pada rakyat miskin yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga: Cucu Ketua Yayasan Islamic Village Tangerang Meninggal saat Dampingi Pejabat Kunjungan ke Austria
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









