Tragedi Kematian Mahasiswa Amikom, Kompolnas Turun Tangan Awasi Penyelidikan Polda DIY

Akurat Banten - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan keterlibatannya dalam pengawasan penuh kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama.
Komisioner Kompolnas, Muhammad Choirul Anam, menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk memantau langsung jalannya proses penyelidikan di Yogyakarta.
“Kompolnas sedang menurunkan tim dan melakukan pengawasan di beberapa titik, salah satu yang sedang bekerja timnya ada di Yogyakarta. Jadi, kami juga secara simultan bekerja di Yogyakarta,” ucap Anam.
Menurut Anam, kehadiran tim Kompolnas bukan sekadar formalitas.
Mereka juga bertugas memastikan akses pendampingan bagi keluarga maupun pihak kampus berjalan lancar.
“Kami akan mengawasi seluruh proses penanganan, termasuk juga membantu rekan-rekan pendamping untuk mendapatkan akses pendampingan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia melalui Divisi Humas menyebut kasus ini sudah ditangani secara intensif oleh Polda DI Yogyakarta.
Karopenmas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono turun langsung memantau jalannya penyelidikan.
“Pak Kapolda DIY sudah melakukan kegiatan tindakan penyelidikan dan juga mendatangi orang tua korban,” ungkap Trunoyudo.
Baca Juga: LPSK Bentuk Satgas Khusus, Pastikan Hak Saksi dan Korban Aksi Demo Terlindungi
Selain langkah penyelidikan pidana, Bidang Propam Polda DIY juga membuka penyelidikan internal sejak Senin, 1 September 2025 untuk menelusuri lebih detail kronologi peristiwa.
Propam mulai memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak-pihak yang diduga berada di lokasi saat insiden terjadi.
Kematian Rheza memicu perhatian publik karena disebut-sebut terkait dengan aksi unjuk rasa di Yogyakarta pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Forum BEM se-DIY bahkan menuliskan dalam unggahan Instagram resminya bahwa Rheza sempat mengikuti demonstrasi tersebut.
Tidak hanya itu, beredar pula video di media sosial yang memperlihatkan sosok diduga Rheza tengah mengendarai sepeda motor di sekitar Mapolda DIY.
Ketua BEM Amikom Yogyakarta, Alvito Afriansyah, memastikan bahwa sosok dalam video tersebut memang benar Rheza.
“Betul, itu adalah korban yang kita lihat di video, bahwa korban tertinggal pada saat aparat melemparkan gas air mata, dan mungkin insiden itu terjadi saat itu. Dari motor yang dikendarai dan informasi teman sekelas, kami memvalidasi bahwa itu memang betul Saudara Rheza,” jelasnya.
Pihak kampus Amikom Yogyakarta juga tak tinggal diam.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Fauzi, menyebut pihaknya tengah menghimpun keterangan dari berbagai sumber, mulai dari rumah sakit hingga rekan-rekan almarhum.
“Kami masih mengumpulkan informasi dari rumah sakit maupun rekan-rekan almarhum, serta berharap kepolisian memberikan penjelasan lengkap mengenai peristiwa yang terjadi,” kata Fauzi.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di ruang publik serta dugaan adanya insiden saat aparat melakukan pengamanan.
Kompolnas berharap pengawasan yang mereka lakukan dapat menjamin transparansi sekaligus menghadirkan keadilan bagi keluarga korban.
Hingga kini, publik masih menunggu hasil resmi penyelidikan Polda DIY yang diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai misteri di balik kematian Rheza Sendy Pratama.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









