Banten

Pemerintah Tegaskan Perkuat Pertamina di Tengah Kelangkaan BBM di SPBU Swasta

Andi Syafrani | 27 Agustus 2025, 20:34 WIB
Pemerintah Tegaskan Perkuat Pertamina di Tengah Kelangkaan BBM di SPBU Swasta

AKURAT BANTEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara soal fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.

Ia menegaskan, negara tidak boleh kalah dalam urusan kebutuhan energi masyarakat dan siap memperkuat posisi Pertamina agar pasokan tetap aman.

Baca Juga: PT Cipta Perdana Lancar Hadirkan Food Tray SUS 304 Halal dan Ramah Lingkungan

“Saya ingin mengingatkan, hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Karena itu, Pertamina yang akan kita dorong lebih kuat untuk menjamin kebutuhan BBM masyarakat,” kata Bahlil usai menghadiri rapat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).

Menurut Bahlil, pemerintah pusat sebenarnya sudah menyalurkan kuota pasokan BBM ke SPBU swasta dengan jumlah setara tahun lalu, bahkan ditambah sekitar 10 persen agar suplai lebih longgar. Namun faktanya, sejumlah SPBU swasta justru mengalami kekosongan stok sehingga menimbulkan keluhan di lapangan.

Baca Juga: Hadiri Aksi Bersih Satu Hari untuk Bumi, Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah: Ini Awal dari Gerakan Berkelanjutan

Kondisi ini terlihat jelas di jaringan SPBU Shell Indonesia. Beberapa jenis produk unggulannya, seperti Shell Super, Shell V-Power, hingga Shell V-Power Nitro+, hilang dari rak pompa di sejumlah lokasi. Situasi tersebut membuat pengguna setia BBM non-Subsidi kecewa karena harus mencari alternatif lain.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengakui adanya kekosongan itu. Ia menyebut pihaknya belum bisa memastikan kapan produk-produk tersebut kembali tersedia.

Baca Juga: Nama Rektor UGM Ova Emilia Tercemar Usai Bela Ijazah Jokowi Asli, Ketahuan Pernah Lakukan Hal Keji Ini

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ memang tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU kami, dan hingga saat ini kami belum dapat memastikan waktu ketersediaannya kembali,” ujar Ingrid dalam keterangan tertulis.

Meski belum ada penjelasan detail mengenai penyebab kelangkaan, pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang main-main dengan kebutuhan energi masyarakat.

Bahlil menyiratkan, jika distribusi di sektor swasta masih bermasalah, maka opsi untuk memperbesar dominasi Pertamina dalam pasokan energi nasional akan semakin menguat.

Baca Juga: Rebutan Sekolah antar SPPG Warnai Pelaksanaan Program Makan Bergizi di Kabupaten Tangerang

Sejumlah pengamat energi menilai, kondisi ini harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi ulang sistem distribusi BBM.

Mereka menekankan, terlalu bergantung pada pemain swasta tanpa pengawasan ketat bisa menimbulkan kerentanan di masa depan. Pemerintah diminta menata kembali skema pembagian kuota agar lebih jelas, transparan, dan tidak merugikan konsumen.

Baca Juga: Ratusan Buruh dari Tangerang Mulai Bersiap Kepung Kantor Gubernur Banten, Tuntut Kenaikan Upah 2026

Di sisi lain, masyarakat berharap solusi konkret segera dijalankan. Sebab, kelangkaan BBM bukan sekadar masalah kendaraan pribadi, tapi juga berpotensi mengganggu transportasi umum, distribusi logistik, hingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok jika tidak segera ditangani.

Langkah tegas pemerintah pun ditunggu. Apakah dengan mengoptimalkan peran Pertamina, meninjau ulang kebijakan kuota, atau bahkan memperketat pengawasan terhadap SPBU swasta.

Yang jelas, publik ingin krisis kecil ini tidak berkembang menjadi masalah besar yang menyentuh banyak sektor kehidupan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC