Banten

AHY Tegaskan Prioritas Konektivitas Transportasi, Bukan Gerbong Khusus Perokok

Moehamad Dheny Permana | 23 Agustus 2025, 13:49 WIB
AHY Tegaskan Prioritas Konektivitas Transportasi, Bukan Gerbong Khusus Perokok

Akurat Banten - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan tanggapan soal usulan gerbong kereta khusus perokok.

Dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Sabtu, AHY menegaskan bahwa pemerintah lebih memusatkan perhatian pada penguatan konektivitas transportasi antarwilayah.

“Sepertinya masih banyak hal yang lebih mendesak untuk saya tanggapi. Yang jelas, konektivitas harus diperkuat, baik antarwilayah maupun melalui transportasi multimoda di darat, laut, udara, maupun kereta api,” kata AHY.

Ia menambahkan, peta jalan pemerintah di bidang transportasi harus mampu mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat.

“Saya lebih fokus pada bagaimana roadmap ini bisa menyentuh kepentingan publik yang luas,” ujar AHY.

Menurutnya, transportasi yang inklusif dan terjangkau menjadi kunci untuk mempercepat mobilitas manusia, barang, dan jasa di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kuasa Hukum Korban Kecam Dinas Pendidikan Kota Tangerang: Terduga Pelaku Justru Diberi Posisi Baru

“Mobilitas yang cepat dan biaya terjangkau akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pemerataan pembangunan,” lanjutnya.

AHY juga menekankan pentingnya memperluas akses transportasi agar dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

“Transportasi yang merata tidak hanya memudahkan masyarakat, tapi juga membuka titik-titik baru pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah,” jelasnya.

Menko AHY mencontohkan pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai salah satu strategi pemerintah.

“TOD membantu menciptakan hub transportasi yang mempersingkat jarak antara tempat tinggal dan lokasi kerja, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan transportasi modern harus sejalan dengan target pengurangan emisi karbon dan upaya menekan jejak ekologis.

Baca Juga: Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan, IJTI Banten: Bukan Hanya Pelaku Lapangan, Seret Semua yang Terlibat

“Kita ingin secara serius mencegah dampak lebih buruk pemanasan global dan krisis iklim, sehingga sustainability menjadi fokus utama,” imbuhnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI Nasim Khan mengusulkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan gerbong khusus bagi perokok di perjalanan jarak jauh.

Usulan tersebut muncul dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Menanggapi hal itu, pihak KAI menegaskan seluruh kereta yang dioperasikan tetap bebas asap rokok, demi kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menegaskan kereta api termasuk kawasan tanpa rokok (KTR).

Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan penumpang selama menggunakan transportasi umum.

Dengan demikian, fokus pemerintah saat ini tetap pada pembangunan konektivitas yang merata, pengembangan transportasi multimoda, serta peningkatan akses ekonomi di berbagai wilayah, bukan pada penambahan fasilitas untuk perokok.

AHY menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa inovasi transportasi harus berpihak pada keberlanjutan dan kepentingan publik yang lebih luas.

“Yang terpenting, transportasi harus inklusif, efisien, dan ramah lingkungan,” pungkas AHY.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.