Banjir Bantuan Sosial untuk Korban Gempa Poso, Kemensos Turun Tangan Cepat

Akurat Banten - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Bantuan dikirim dari Gudang Kemensos di Sentra Nipotowe Palu dan Dinas Sosial Sulteng, menyasar warga yang kehilangan rumah dan fasilitas vital akibat gempa 6,0 magnitudo.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, “Kami telah melakukan asesmen mendetail untuk memastikan setiap kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.”
Bantuan yang disalurkan mencakup kasur, selimut, tenda gulung, tenda serbaguna, makanan siap saji, serta paket kidsware untuk anak-anak agar kebutuhan pokok mereka tetap terjaga.
Nilai total bantuan mencapai Rp202.199.210 dengan rincian 150 kasur, 100 selimut, 100 paket pakaian anak, 200 tenda gulung, dan tiga tenda serbaguna yang disiapkan sebagai tempat evakuasi sementara.
Menurut laporan BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 05.38 WIB dengan pusat gempa 18 kilometer barat laut Poso dan kedalaman 10 kilometer, mengguncang wilayah pesisir dan daratan sekitarnya.
Akibat guncangan tersebut, sejumlah rumah ibadah, gedung sekolah, dan rumah warga mengalami kerusakan, terutama di Desa Towu dan Desa Tangkura.
Masyarakat sempat khawatir akan tsunami, namun BMKG memastikan tidak ada ancaman gelombang tinggi pasca-gempa.
Baca Juga: Australia Tegas Tolak Masuk Politisi Israel Kontroversial yang Sebarkan Kebencian
Sebanyak 184 Kepala Keluarga atau 433 jiwa terdampak, tersebar di desa-desa seperti Masani, Tiwaa, Towu, Bega, Lape, Tokorondo, Kilo, Maranda, Tangkura, dan Patiwunga.
Satu korban dilaporkan meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka, yang kini mendapat perawatan intensif di RSUD Poso dan Puskesmas Tokorondo.
Tagana Poso bekerja sama dengan Kemensos mendirikan tenda serbaguna di halaman RSUD Poso untuk menampung pasien rawat inap dan keluarga yang membutuhkan tempat evakuasi sementara.
Kemensos juga menyalurkan bantuan dari Dinas Sosial Sulteng berupa 20 kasur, 45 selimut, 24 paket kidsware, 20 paket family kit, 48 paket makanan anak, 230 paket makanan siap saji, dan 24 tenda gulung.
Saat ini, sebagian warga yang rumahnya rusak memilih mengungsi ke sanak saudara terdekat, sambil tetap menunggu pemulihan kondisi dan perbaikan infrastruktur.
Baca Juga: Terpidana Kasus Kematian Dini Sera, Ronald Tannur Dapat Remisi 4 Bulan di Momen HUT RI ke-80
Pemerintah daerah dan Kemensos mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan, serta memanfaatkan bantuan yang telah disiapkan secara efisien.
Langkah cepat Kemensos ini menunjukkan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana alam, sekaligus memastikan warga terdampak mendapat perlindungan dan dukungan dasar secepat mungkin.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







