Aksi Preman Jalanan Bersenjata Tajam Gegerkan Pengendara di Rawa Buaya

Akurat Banten - Aksi nekat sekelompok preman bersenjata tajam kembali meresahkan masyarakat.
Kali ini, lima pria terekam dalam video saat mencoba memalak seorang sopir mobil pribadi di kawasan samping Tol Rawa Buaya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu, 30 Juli 2025.
Peristiwa itu menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, tampak jelas bagaimana pelaku memblokade kendaraan korban dengan dua motor yang sengaja diparkir melintang di depan mobil.
Sopir pun tidak bisa bergerak maju atau mundur.
Salah satu pelaku mendekati kaca pengemudi sambil mengacungkan pisau jenis kerambit, sementara lainnya berdiri mengawasi sekitar.
Situasi berlangsung mencekam, terlebih karena para pelaku juga mengancam korban agar menyerahkan sejumlah uang.
“Mereka minta Rp200 ribu dengan alasan untuk beli minuman,” bunyi narasi dalam unggahan akun Instagram.
Menurut warga sekitar yang sempat melihat keributan tersebut, kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi.
“Biasanya mereka nongkrong di situ malam-malam, kadang gangguin orang juga,” ujar Toni (32), warga Duri Kosambi.
Ia menambahkan bahwa kawasan samping tol tersebut memang rawan, apalagi di luar jam sibuk.
Kapolsek Cengkareng, melalui Kepala Unit Reserse Kriminal AKP Gultom Parman, menyatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan warga begitu video tersebut ramai di media sosial.
“Kami sedang dalami kejadian ini. Identitas para pelaku sudah dikantongi. Mohon waktu untuk proses penangkapan,” ujar Gultom.
Gultom juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan aksi serupa.
Baca Juga: KPK Dalami Jejak Investasi Fiktif, Eks Direksi Taspen dan Tokoh Pasar Modal Dipanggil
“Kami terus tingkatkan patroli terutama di titik-titik rawan. Kami tidak akan beri ruang untuk premanisme,” tegasnya.
Kasus ini menyoroti kembali perlunya penanganan serius terhadap premanisme yang masih marak di beberapa wilayah ibu kota, terutama di lokasi-lokasi sepi seperti area samping jalan tol.
Meski banyak pelaku mengincar uang dalam jumlah kecil, metode yang digunakan sangat membahayakan dan mengganggu rasa aman masyarakat.
Ahli kriminologi dari Universitas Indonesia, Rita Wulandari, menyebutkan bahwa tindakan tersebut masuk dalam kategori pemerasan dengan kekerasan.
“Kondisi psikologis korban tertekan, apalagi jika diancam dengan senjata. Ini bukan sekadar permintaan uang, tapi sudah termasuk tindak pidana serius,” jelasnya.
Baca Juga: Ditemukan Tewas di Plafon Pabrik, Teknisi Diduga Alami Kecelakaan Kerja Fatal
Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap kasus ini dan menangkap seluruh pelaku.
Masyarakat diharapkan terus aktif memberikan informasi agar aksi-aksi serupa tidak terus berulang.
Dengan semakin maraknya aksi kejahatan jalanan terekam kamera dan viral di media sosial, banyak pihak berharap keamanan di ruang publik dapat ditingkatkan secara signifikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










