Penyamaran Rapi, Aksi Penipuan di Balik Pertolongan Korban Kecelakaan di Cengkareng

Akurat Banten - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, saat dua pria yang awalnya dikira sebagai penolong korban kecelakaan justru diduga mencuri sepeda motor milik korban.
Polisi kini tengah memburu keduanya setelah laporan diterima dari keluarga korban dan rekaman CCTV mengarah pada aksi terencana.
Kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas di Flyover Rawa Buaya pada Senin (28/7) pagi, yang melibatkan seorang pria dan anaknya.
Warga sekitar sempat terharu saat dua orang pria yang tidak dikenal terlihat sigap membantu korban dan membawanya ke Puskesmas Cengkareng.
Namun kebaikan mereka ternyata hanyalah kedok.
"Ya, betul, lagi kita upayakan pengungkapan. Pelaku masih diidentifikasi, kita masih cek TKP," ujar Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom.
Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih terus berjalan dan polisi sedang berupaya mengumpulkan bukti-bukti dari lokasi dan keterangan saksi.
Modus pelaku terbilang licik. Setelah mengantar korban ke puskesmas, mereka berpamitan dengan mengatakan bahwa kunci sepeda motor korban akan dititipkan kepada petugas keamanan.
Baca Juga: Pedagang Panik Selamatkan Diri Saat Pasar Taman Puring Terbakar
Namun kenyataannya, motor tersebut justru dibawa kabur oleh mereka.
Viralnya kejadian ini bermula dari unggahan akun Instagram.
Dalam unggahan itu, terlihat dua pria dengan ciri-ciri yang cukup jelas.
Salah satunya mengenakan jaket hitam, celana panjang dan sepatu senada, serta memakai topi untuk menyamarkan wajah.
Pelaku lainnya tampak memakai jaket loreng, jeans, dan juga mengenakan topi hitam.
Kedua pelaku terekam kamera CCTV tengah mendorong sepeda motor keluar dari area parkir puskesmas, sebelum akhirnya menghilang.
Sayangnya, protokol puskesmas disebut tidak mengizinkan pengambilan rekaman penuh CCTV, hanya foto hasil tangkapan layar yang diizinkan. Hal ini menyulitkan proses pelacakan lebih lanjut.
“Sayangnya CCTV-nya tidak bisa kami salin, hanya bisa difoto,” tulis pengadu dalam unggahan Instagram tersebut.
Baca Juga: BRIN Dorong Iradiasi Pangan Jadi Strategi Ekspor dan Ketahanan Gizi Nasional
Masyarakat pun mengecam keras tindakan ini. Banyak yang menyoroti lemahnya sistem pengamanan dan berharap ada peningkatan pengawasan terutama di area fasilitas umum seperti puskesmas.
Tak sedikit juga warganet yang merasa kecewa karena aksi sosial yang terlihat mulia, justru berakhir sebagai kejahatan.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus maupun identitas pelaku.
Pihak berwajib mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Polisi memastikan mereka tidak akan tinggal diam.
“Kita baru dapat info juga. Mohon waktu ya, akan segera kami tindaklanjuti,” ujar AKP Parman.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada, bahkan terhadap orang yang tampak menolong sekalipun, karena kejahatan bisa datang dengan berbagai cara dan rupa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









