Pindahan Massal Napi Risiko Tinggi, Strategi Baru Bersihkan Lapas dari Jaringan Narkoba

Akurat Banten - Sebanyak 37 narapidana dengan status risiko tinggi asal Jawa Timur resmi dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menekan praktik-praktik pelanggaran hukum di lingkungan lembaga pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan jaringan narkoba dan tindakan kriminal terorganisir lainnya.
Pemindahan ini bukan hanya prosedur administratif semata. Prosesnya dilakukan secara ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur intelijen pengamanan, kepatuhan internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), serta personel dari Polda Jawa Timur.
Para narapidana tersebut sebelumnya menghuni Lapas Kelas 1 Madiun, Lapas Kelas 1 Surabaya, Lapas Lamongan, dan Lapas Pamekasan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiono, menegaskan bahwa para narapidana yang dipindahkan ini telah melalui asesmen ketat dan terindikasi memiliki pengaruh negatif di dalam lapas.
"Kami tidak main-main. Siapa pun yang mengganggu keamanan dan merusak program pembinaan, akan langsung kami tindak tegas, termasuk bila melibatkan petugas,” ujar Kadiono.
Baca Juga: Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Arya Daru Memasuki Babak Akhir, Polda Metro Siap Buka Fakta
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya membenahi kultur di lembaga pemasyarakatan agar tidak lagi menjadi ladang subur peredaran narkoba dan aktivitas ilegal lainnya.
Kadiono menambahkan bahwa proses pemindahan ini juga merupakan langkah pencegahan agar perilaku buruk tidak menular ke warga binaan lain.
Setibanya di Nusakambangan, ke-37 narapidana itu langsung ditempatkan di sejumlah lapas berpengamanan tinggi seperti Lapas Karang Anyar, Lapas Besi, Lapas Gladakan, dan Lapas Ngaseman.
Di tempat baru itu, mereka akan menjalani pembinaan dengan metode khusus yang menyesuaikan tingkat risiko serta perilaku mereka.
Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Irfan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan intensif bagi warga binaan yang dipindahkan.
“Kami melakukan asesmen berkala terhadap perubahan perilaku. Dengan pendekatan yang tepat, kami berharap perilaku mereka bisa membaik dan tidak kembali ke jalur yang salah,” jelas Irfan.
Baca Juga: Aksi Cepat Polisi Sulteng Gagalkan Operasi Sabu Bernilai Miliaran Rupiah
Ia juga menyampaikan bahwa langkah pemindahan ini merupakan bagian dari program akselerasi yang diinisiasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan telah berhasil memindahkan hampir 1.100 narapidana kategori risiko tinggi dari berbagai daerah ke Nusakambangan sejak pertama kali diterapkan.
Lebih lanjut, Irfan menyampaikan pesan penting kepada seluruh pihak yang berada di lingkungan pemasyarakatan.
“Tidak ada satu pun yang boleh mengganggu muruah pemasyarakatan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga tempat ini tetap bersih dari praktik tercela,” tegasnya.
Dengan adanya langkah tegas ini, diharapkan suasana di lapas-lapas wilayah Jawa Timur bisa menjadi lebih kondusif dan mendukung program pembinaan yang lebih manusiawi namun tetap disiplin.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







