Banten

Antrean Menuju Bali Mulai Terurai, ASDP Tambah Armada Kapal Besar di Ketapang

Moehamad Dheny Permana | 28 Juli 2025, 04:24 WIB
Antrean Menuju Bali Mulai Terurai, ASDP Tambah Armada Kapal Besar di Ketapang

Akurat Banten - Untuk mengatasi kepadatan luar biasa kendaraan yang ingin menyeberang dari Jawa ke Bali, PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah cepat dengan menurunkan kapal bantuan berkapasitas besar ke lintasan Ketapang Gilimanuk.

Kebijakan ini terbukti mulai menampakkan hasil, setelah antrean panjang kendaraan yang sempat mengular hingga 30 kilometer kini berangsur menurun drastis.

Salah satu armada yang diperbantukan adalah KMP Gading Nusantara, milik PT Jembatan Nusantara, anak usaha dari ASDP.

Kapal ini sebelumnya melayani rute Padangbai–Lembar dan kini dialihkan untuk membantu pelayaran di Selat Bali.

"Hari ini dijadwalkan uji sandar kapal perbantuan KMP Gading Nusantara," kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin.

Langkah ini diambil menyusul membludaknya jumlah kendaraan logistik, terutama truk-truk besar, yang hendak menuju Bali lewat Pelabuhan Ketapang.

Baca Juga: Jenazah Dalam Gentong di Sungai Cisadane Diperkirakan Wanita Muda Usia 25–30 Tahun

Menurut Shelvy, kapal tersebut mampu mengangkut 30 hingga 40 kendaraan campuran, atau sekitar 30 unit truk tronton jika dimaksimalkan kapasitasnya.

Kapal bantuan itu diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sejak Sabtu, 26 Juli 2025 dan sudah mendapat izin dari otoritas terkait seperti KSOP dan BPTD untuk segera beroperasi.

Sebelumnya, antrean kendaraan logistik sempat menembus 30 kilometer dan menjadi perhatian nasional. Namun kini, antrean hanya berkisar antara 1,3 hingga 2 kilometer dari pelabuhan.

"Pagi ini, truk-truk logistik padat mengalir ke kantong parkir Bulusan dan antrean turun signifikan," tambahnya.

KMP Gading Nusantara bukan satu-satunya kapal tambahan yang dikerahkan.

 Sebelumnya, KMP Portlink VII juga sudah lebih dulu beroperasi untuk membantu mengurai antrean.

Di sisi lain, kapal-kapal eks LCT yang ikut digunakan tetap diberlakukan aturan ketat dari Ditjen Perhubungan Laut.

"Kapal jenis ini hanya boleh membawa maksimal enam truk tronton, tanpa penumpang umum. Dua awak kendaraan juga wajib mengenakan life jacket selama pelayaran," ujarnya.

Baca Juga: PM Malaysia Bakal Temui Prabowo di Jakarta Besok, Bahas Kerja Sama Strategis dan Siap Pimpin ASEAN 2025

Saat ini, terdapat 26 kapal aktif yang melayani lintas Ketapang Gilimanuk.

Sebanyak 19 kapal beroperasi di dermaga Moveable Bridge (MB) dan tujuh kapal di dermaga LCM, dengan rata-rata delapan kali trip per hari.

General Manager ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan, juga menjelaskan bahwa dermaga LCM difokuskan untuk melayani truk-truk dengan tonase besar, di atas 35 ton.

“Langkah ini bertujuan agar distribusi muatan logistik dapat lebih merata dan tidak menumpuk di satu jalur saja,” katanya.

Selain penambahan kapal, pihak ASDP juga mempercepat proses bongkar muat dan menyesuaikan pengaturan kapal berdasarkan jenis kendaraan yang diangkut.

Dengan langkah cepat dan sinergi dari berbagai pihak, distribusi logistik dari Jawa ke Bali kini mulai kembali lancar.

Langkah ini diharapkan bisa terus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi antar pulau.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.