Presiden Prabowo Soroti Kecurangan Beras, Pemerintah Siapkan Solusi Distribusi Adil

Akurat Banten - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan ketegasan dalam menghadapi persoalan distribusi beras yang selama ini kerap menjadi ladang permainan curang oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Dalam rapat terbatas yang digelar Jumat pagi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk merombak sistem distribusi beras agar lebih adil, transparan, dan menjunjung hak masyarakat kecil.
Kabar ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo, usai mengikuti rapat tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Presiden sangat prihatin atas laporan yang terus masuk soal permainan harga dan kualitas beras di pasaran.
“Masih tega-teganya mengambil keuntungan dari yang tidak seharusnya. Itu memang beliau rutin mendapatkan laporan, makanya kemudian kita mengambil tindakan,” tegas Prasetyo.
Rapat tersebut membahas berbagai opsi pembenahan distribusi beras, mulai dari penyederhanaan klasifikasi jenis beras yang selama ini membingungkan masyarakat, hingga pengawasan ketat terhadap proses penggilingan dan distribusi.
Baca Juga: Dugaan Nepotisme Bayangi Mutasi Pejabat di Kabupaten Tangerang
Tidak menutup kemungkinan pula, Perum Bulog akan diberi penugasan khusus untuk mengawal sistem baru ini agar tepat sasaran.
Pemerintah juga menegaskan bahwa harga gabah kini telah stabil berkat diberlakukannya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun, stabilitas harga ini masih dihadapkan pada kenyataan bahwa ada sejumlah pelaku usaha yang mencoba memanipulasi sistem dengan mengganti kemasan beras demi meraup keuntungan lebih besar.
“Alhamdulillah harga gabah kering panen di masyarakat saat ini sudah stabil dan sesuai dengan HPP,” ujar Prasetyo.
Salah satu wacana yang turut mengemuka dalam rapat adalah penghapusan klasifikasi beras premium dan medium, sebagaimana disinggung sebelumnya oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan.
Menanggapi hal itu, Prasetyo menyatakan bahwa kebijakan tersebut masih dikaji sebagai bagian dari upaya memberikan keadilan bagi konsumen.
“Itu dalam rangka mencari jalan keluar, agar masyarakat mendapatkan haknya secara adil dan wajar,” jelasnya.
Baca Juga: KPK Rilis LHKPN Presiden dan Wakilnya, Berapa Harta Kekayaan Prabowo dan Gibran?
Langkah-langkah ini diyakini menjadi bagian awal dari reformasi besar-besaran di sektor pangan nasional. Prabowo, yang dikenal tegas terhadap kecurangan, menilai bahwa persoalan beras bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.
“Jadi, justru apa yang disampaikan Bapak Presiden itu adalah hasil diskusi di dalam ratas tersebut,” ungkap Prasetyo.
Dengan semangat reformasi dan keadilan sosial, masyarakat kini menanti langkah konkret dari pemerintah dalam membongkar praktik nakal di balik harga dan distribusi beras.
Gebrakan ini diharapkan menjadi titik balik menuju sistem pangan yang lebih manusiawi dan berpihak kepada rakyat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







