Banten

Hari Anak Nasional Jadi Panggung Harmoni, Anak-Anak Serang Tunjukkan Pesona Budaya dan Toleransi

Moehamad Dheny Permana | 23 Juli 2025, 20:08 WIB
Hari Anak Nasional Jadi Panggung Harmoni, Anak-Anak Serang Tunjukkan Pesona Budaya dan Toleransi

Akurat Banten - Suasana di Gedung Setda Kabupaten Serang pada Rabu pagi, 23 Juli 2025, berubah menjadi lautan semangat dan warna-warni ekspresi ketika ratusan anak dari berbagai sekolah dasar tampil dalam perayaan istimewa memperingati Hari Anak Nasional.

Di tengah kemeriahan itu, sebuah penampilan tari kontemporer bertajuk Perahu Layar menjadi sorotan yang menyatukan kreativitas, budaya, dan nilai kebersamaan dalam satu tarikan napas.

Anak-anak yang tampil bukan sekadar menari.

Mereka adalah wajah masa depan yang menyampaikan pesan-pesan penting lewat gerak tubuh dan semangat kolaborasi.

Tak hanya sekadar pertunjukan seni, acara ini menjadi panggung untuk memperlihatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan.

Tema besar yang diusung dalam peringatan kali ini adalah “Anak Bahagia, Indonesia Kuat”. Sebuah kalimat sederhana namun penuh makna, yang tercermin dari tiap senyum, tawa, dan tepuk tangan yang mengisi ruangan.

Baca Juga: Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 27 Kg Sabu dari Malaysia, Dua Tersangka Ditangkap

Para siswa dari berbagai penjuru Kabupaten Serang tampil percaya diri, tak hanya menari tetapi juga menyanyi, membaca puisi, bahkan berakting dalam drama pendek bertema toleransi dan kasih sayang.

Salah satu segmen yang paling mengharukan adalah saat ratusan anak yatim menerima santunan dari para donatur yang hadir.

Suasana menjadi hening sejenak, lalu berubah menjadi haru ketika seluruh tamu undangan berdiri dan memberikan tepuk tangan penghargaan.

Momen ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan karakter sejak usia dini.

Tak kalah menarik adalah sesi doa bersama lintas agama. Para tokoh dari berbagai keyakinan duduk berdampingan di atas panggung, memimpin doa dengan caranya masing-masing.

Pemandangan ini menggetarkan hati banyak orang tua dan guru yang hadir, karena memperlihatkan bahwa anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan perdamaian.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah nyata untuk menciptakan ruang ekspresi bagi anak-anak.

Baca Juga: Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar, Solusi Cerdas Atasi Macet dan Buka Peluang Wisata Baru

“Kami ingin mereka merasa dihargai, didengar, dan diberi tempat untuk menunjukkan potensi. Lewat seni, mereka belajar tentang kerja sama, disiplin, dan cinta budaya,” ujarnya.

Tak hanya memberi ruang berekspresi, peringatan ini juga menjadi momentum penting bagi para guru dan orang tua untuk kembali menegaskan komitmen terhadap hak-hak anak.

Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk nyata pengakuan bahwa suara anak-anak layak didengar dalam pembangunan bangsa.

Hari itu, panggung bukan hanya tempat menampilkan seni, tetapi menjadi cermin harapan, tempat anak-anak menunjukkan bahwa mereka siap mengarungi masa depan, seperti perahu layar yang tak gentar menantang ombak.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.