Waspada Jerat Digital! TASPEN Ingatkan Modus Penipuan yang Mengincar Pensiunan ASN

Akurat Banten - Di tengah era digital yang serba cepat, kemudahan teknologi ternyata juga membuka celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.
Salah satu yang kini menjadi sasaran adalah peserta program jaminan sosial dari PT TASPEN (Persero), khususnya para pensiunan yang masih belajar menyesuaikan diri dengan layanan digital.
TASPEN, sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertugas mengelola jaminan sosial bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara, kembali mengeluarkan peringatan tegas.
Mereka mengimbau seluruh peserta untuk ekstra waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi ini.
“Kami memahami bahwa peserta, khususnya para pensiunan, sangat rentan terhadap praktik penipuan digital,” ujar Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto.
Baca Juga: Menteri Pertanian Murka! 212 Merek Beras Nakal Terungkap, Kerugian Capai Rp99 Triliun per Tahun
Menurut laporan yang diterima TASPEN, modus penipuan kini semakin beragam.
Mulai dari pesan instan, panggilan telepon, hingga surat elektronik yang dirancang sedemikian rupa untuk meyakinkan korban.
Tujuannya jelas yaitu mencuri data pribadi hingga membobol rekening peserta.
Salah satu modus yang cukup meresahkan adalah penyebaran informasi palsu bahwa penyaluran dana pensiun hanya dilakukan lewat Kantor Pos.
Faktanya, TASPEN telah bermitra dengan 44 lembaga pembayaran, termasuk 43 perbankan dan 1 Kantor Pos.
Peserta bebas memilih mitra bayar sesuai preferensi masing-masing.
Modus lain yang patut diwaspadai adalah penipuan berkedok pembaruan data.
Baca Juga: Marketplace Siap Jadi Pemungut Pajak, Era Baru PPh 22 Resmi Dimulai
Pelaku mengaku sebagai staf TASPEN dan mengirimkan tautan palsu untuk memancing peserta mengisi informasi penting seperti nomor rekening, NIK, hingga kode OTP.
Bila korban tergoda, seluruh data bisa diambil dan disalahgunakan.
Tak berhenti di situ, ada juga iming-iming bonus atau kenaikan tunjangan pensiun yang diklaim berasal dari TASPEN.
Padahal, tautan yang dikirimkan justru mengarah pada peretasan.
Bahkan, ada modus yang lebih ekstrem, yakni penggunaan surat tugas atau edaran palsu yang menyertakan logo, barcode, dan tanda tangan palsu.
“Modus penipuan yang teridentifikasi saat ini berpotensi besar mencuri data pribadi dan membobol rekening peserta,” kata Rony.
Baca Juga: Membongkar Aroma Tak Sedap di Balik Karung, Seriuskah Ancaman Beras Oplosan di Ibukota?
Sebagai langkah proteksi, TASPEN mengajak peserta menerapkan prinsip "Tahan, Pastikan, dan Laporkan".
Artinya, jangan mudah tergoda informasi mencurigakan, selalu verifikasi melalui kanal resmi seperti www.taspen.co.id atau Call Center 1500 919, dan segera laporkan bila menemukan upaya penipuan.
Seluruh layanan TASPEN diberikan gratis, tanpa pungutan apapun.
Jika ada yang meminta pengembalian dana atau imbalan dalam bentuk apapun, bisa dipastikan itu penipuan.
Komitmen TASPEN dalam melindungi peserta sejalan dengan visi besar transformasi digital nasional.
Dengan memperkuat sistem keamanan informasi, edukasi literasi digital, dan inovasi layanan yang aman, TASPEN ingin memastikan bahwa hak-hak peserta tetap terjaga di tengah dunia digital yang penuh tantangan.
Baca Juga: KPK Periksa Tiga Direktur Swasta, Dalami Dugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp125 Miliar
"Langkah ini kami tempuh untuk mendukung perlindungan sosial nasional serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan efektif menuju Indonesia Emas 2045," tegas Rony.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








