Siswa MI di Cilacap Meninggal Diduga Akibat Dirundung, Salah Satu Pelaku Disebut Cucu Kepsek

AKURAT BANTEN - Kabar menyedihkan datang dari Cilacap, Jawa Tengah. Seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang masih duduk di bangku sekolah dasar, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh teman-temannya.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, terutama setelah potongan video korban sedang dirundung beredar luas di media sosial.
Yang membuat publik semakin geram, salah satu anak yang diduga terlibat dalam aksi perundungan disebut-sebut merupakan cucu dari kepala sekolah tempat korban menimba ilmu.
Bahkan, keluarga korban menyebut bahwa laporan sudah pernah disampaikan kepada pihak sekolah, namun tak ada tindak lanjut berarti. Situasi ini memicu dugaan adanya pembiaran atau setidaknya kurangnya penanganan serius dari pihak sekolah.
Baca Juga: Tragis! Polisi NTB Tewas Dibunuh Atasannya Sendiri di Kolam Renang, Pelaku Ditangkap
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, membenarkan bahwa kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian dan aparat desa.
“Sudah dalam penanganan Polsek Binangun dan perangkat Desa Widarapayung,” ujar Galih saat dikonfirmasi pada Senin (7/7).
Namun, soal penyebab pasti kematian sang anak, Galih mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Belum bisa dipastikan apakah perundungan menjadi penyebab utama atau ada faktor lain yang ikut berperan dalam kejadian tragis ini.
“Masih dalam penyelidikan. Saya akan rilis setelah data akurat dari hasil penyelidikan,” jelasnya.
Baca Juga: Syarat KUR BRI 2025 Mudah, Skema Pinjaman BRI Rp50 juta Per Bulan Nyicil Semurah Ini
Sementara itu, masyarakat di sekitar lokasi kejadian mengaku prihatin dengan apa yang menimpa korban. Beberapa warga menyatakan bahwa korban dikenal sebagai anak pendiam dan jarang bermasalah dengan teman-temannya. Mereka berharap kasus ini benar-benar diusut hingga tuntas agar tak ada lagi anak-anak lain yang mengalami hal serupa.
Kasus ini juga kembali menyorot lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah, khususnya dalam menangani isu perundungan yang bisa berdampak fatal.
Banyak pihak mendesak agar sekolah, terutama yang berada di bawah naungan kementerian agama seperti MI, lebih sigap dalam merespons laporan-laporan kekerasan atau bullying.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Ungkap Bahaya yang Dihadapi 45 Penyelam
- 10Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, Tim Gabungan Evakuasi 4 Jenazah Korban







