Banten

Arab Saudi Ngebut Siapkan Haji 2026, Indonesia Harus Gesit Ikut Langkah!

Andi Syafrani | 30 Juni 2025, 18:59 WIB
Arab Saudi Ngebut Siapkan Haji 2026, Indonesia Harus Gesit Ikut Langkah!

AKURAT BANTEN - Meski rombongan jemaah haji Indonesia 2025 masih dalam proses pulang ke tanah air, Arab Saudi sudah tak sabar menatap musim haji berikutnya.

Pemerintah Kerajaan itu langsung tancap gas, merancang persiapan untuk ibadah haji 2026 alias 1447 Hijriah dengan langkah yang super sistematis. Fokus mereka? Memastikan pengalaman haji yang lebih mulus, nyaman, dan terorganisir untuk jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Baca Juga: Superfood yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat

Saat ini, gelombang kedua pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah masih berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 11 Juli 2025. Tapi, di tengah kesibukan ini, Kementerian Haji Arab Saudi sudah bergerak cepat.

Mereka mengumumkan langkah awal persiapan, termasuk membentuk tim lintas sektor yang bakal mulai kerja minggu depan. 

Baca Juga: Superfood yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat

“Tim ini akan langsung bekerja untuk memastikan semua aspek pelayanan haji 2026 berjalan lebih baik,” ujar Badr al-Sulami, Koordinator Urusan Haji Arab Saudi, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama RI, Senin (30/6). 

Baca Juga: Menlu Sugiono Pastikan Evakuasi WNI dari Iran dan Wilayah Konflik Tel Aviv Terus Berlanjut

Langkah konkrit sudah dimulai sejak 8 Juni 2025, bertepatan dengan 12 Zulhijjah 1446 H, saat Arab Saudi merilis jadwal resmi tahapan haji 2026. Tanggal ini diumumkan tepat di malam penutupan operasional haji 2025, menunjukkan komitmen kuat mereka untuk terus memperbaiki kualitas layanan.

Mulai dari pengumpulan dokumen awal hingga panduan untuk calon jemaah, semua sudah dirancang rapi. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) juga menyebutkan bahwa pada 26 Juli 2025, penyelenggara haji harus mulai mengisi data tenda dan menyetor dana lewat platform digital Masar Nusuk.

Baca Juga: Duka di Kali Wanggu: 402 Jiwa di Kendari Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Besar

Agustus 2025 jadi bulan krusial. Penyelenggara bisa mengonfirmasi penggunaan kembali tenda dari musim haji sebelumnya, sementara kontrak layanan seperti akomodasi dan transportasi mulai digarap akhir Agustus hingga awal Januari 2026.

Tak ketinggalan, penentuan maskapai penerbangan dan jadwal penerbangan juga harus selesai di periode ini. Batas akhir pendaftaran jemaah haji dari seluruh negara ditetapkan pada 12 Oktober 2025, diikuti proses pengunggahan data dan pembentukan kloter di sistem Nusuk.

Baca Juga: Apple Watch Ultra dan SE 2025 Siap Bawa Lompatan Besar, Hadirkan Fitur Pesan Satelit!

Kontrak layanan resmi akan diteken mulai November 2025, dengan pembayaran untuk hotel dan tenda ditargetkan rampung sebelum Desember 2025 berakhir.

Visa haji mulai diterbitkan pada 8 Februari 2026 dan ditutup 20 Maret 2026, sebelum jemaah mulai berdatangan pada pertengahan April 2026.

Baca Juga: Tarif Ojol Segera Naik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru dengan Kenaikan Hingga 15 Persen

Soal kuota haji 2026, Arab Saudi masih menahan pengumuman resmi. Kepastian kuota untuk setiap negara baru akan diumumkan pada 10 Juli 2026, sekitar dua bulan sebelum musim haji dimulai.

Langkah cepat ini mencerminkan ambisi besar Arab Saudi untuk menjadikan penyelenggaraan haji sebagai contoh pelayanan ibadah kelas dunia.

Baca Juga: Eks Polisi di Bandung Tipu Puluhan Korban dengan QRIS Palsu, Total Kerugian Miliaran Rupiah

Di sisi lain, Indonesia, sebagai negara dengan jemaah haji terbanyak, harus bersiap menyesuaikan diri dengan ritme yang kian ketat ini. Kolaborasi apik antara pemerintah, penyelenggara haji, dan jemaah akan jadi kunci sukses menyambut musim haji yang lebih terorganisir dan bermakna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC