Modus Canggih Penipuan SMS Link Phising Terbongkar! Ini Cara Sindikat Siber Menjebak Korbannya

Akurat Banten - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya baru saja mengungkap praktik penipuan siber dengan metode SMS palsu berisi tautan phising.
Modus ini tergolong canggih karena menggunakan perangkat ilegal yang dapat meniru sinyal resmi dari menara BTS milik operator seluler.
Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus menjelaskan, langkah awal para pelaku adalah membangun perangkat fake BTS atau menara BTS palsu.
Perangkat ini memungkinkan mereka “mendorong” (push) konten SMS ke ponsel-ponsel di sekitarnya tanpa sepengetahuan pengguna.
Setelah itu, pelaku mengirimkan SMS berisi tautan palsu yang terlihat seperti link resmi dari lembaga keuangan, misalnya bank. Padahal sebenarnya, tautan tersebut adalah jebakan.
Ketika korban mengklik link itu, mereka diarahkan ke laman yang meminta untuk mengisi berbagai data pribadi penting.
“Data yang diminta meliputi nomor ponsel, nama lengkap, email, alamat, hingga informasi kartu kredit seperti nomor, tanggal kedaluwarsa, dan kode CVV,” ungkap Fian.
Lebih lanjut, Fian menjelaskan bahwa link yang dikirim oleh pelaku bukan berasal dari bank.
Ia menegaskan bahwa lembaga perbankan tidak pernah meminta data sensitif melalui tautan SMS.
Data yang dikirim oleh korban otomatis masuk ke sistem penyimpanan berbasis cloud milik pelaku yang berada di luar negeri.
Baca Juga: Tok! Iran Resmi Umumkan Genjatan Senjata dengan Israel Lewat Televisi Nasional
Saat ini, penyidik telah berkoordinasi dengan penegak hukum di negara tersebut melalui jalur kerja sama internasional kepolisian.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku membangun infrastruktur sendiri.
Dari sisi hardware, mereka menyiapkan antena, ponsel, kartu perdana, hingga laptop dan receiver.
Dari sisi perangkat lunak, mereka memakai aplikasi ilegal bernama SuperSilver, novotel.com, dan LGT.apk.
Kasubdit IV Ditreskrimsus, AKBP Herman E, menambahkan bahwa penyebaran dilakukan secara mobile.
“Mereka membawa seluruh alat tersebut di dalam mobil, kemudian menyebarkan SMS saat melewati lokasi ramai seperti pusat perkantoran atau mal,” ujar Herman.
Masyarakat diimbau untuk tidak sembarang mengklik tautan dari SMS mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi.
Waspada dan kritis adalah kunci utama menghindari jebakan phising siber seperti ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






