Banten

Tragis! Bom Bunuh Diri Guncang Gereja Mar Elias di Suriah, 22 Orang Tewas

Andi Syafrani | 23 Juni 2025, 16:12 WIB
Tragis! Bom Bunuh Diri Guncang Gereja Mar Elias di Suriah, 22 Orang Tewas

AKURAT BANTEN - Ledakan dahsyat mengguncang Gereja Ortodoks Yunani Mar Elias di kawasan Dweila, Damaskus, Suriah, pada Minggu (22/6), saat ibadah Minggu masih berlangsung.

Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di tengah jemaat, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi ini menandai serangan bom bunuh diri pertama di ibu kota sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad akhir tahun lalu.

Baca Juga: Janji Makan Gratis Jadi Jebakan, Warga Nganjuk Ditipu Data Pribadinya untuk Akun Shopee

Kementerian Dalam Negeri Suriah mengonfirmasi bahwa pelaku adalah anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS). Ia masuk ke dalam gereja dengan berpura-pura sebagai warga biasa, sempat melepaskan tembakan, lalu meledakkan rompi peledaknya.

Sumber keamanan menyebut bahwa pelaku tidak bertindak sendirian, ada satu orang lainnya yang diduga turut membantu melancarkan serangan.

“Pelaku meledakkan dirinya di antara jemaat. Ini adalah serangan pertama yang berhasil dari ISIS terhadap gereja di Damaskus sejak Assad digulingkan,” ungkap salah satu pejabat keamanan setempat kepada Reuters.

Baca Juga: Kasus Chromebook Bikin Geger, Nadiem Makarim Dipanggil Kejagung Hari Ini

Gambaran pasca-ledakan begitu mengerikan. Tayangan siaran langsung dari tim penyelamat White Helmets menunjukkan lantai gereja yang berlumuran darah, puing-puing bangku kayu berserakan, dan dinding bata yang runtuh.

Suara tangisan dan kepanikan masih terdengar dari jemaat yang selamat, beberapa di antaranya terlihat syok dan tidak mampu berkata-kata.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Balik Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Kementerian Kesehatan Suriah melaporkan bahwa sebanyak 62 orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan sedang dirawat intensif di rumah sakit. Pemerintah juga menyatakan status darurat di sejumlah rumah ibadah sebagai langkah pencegahan serangan susulan.

Presiden transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa, langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok minoritas, termasuk komunitas Kristen, akan menjadi prioritas selama masa transisi politik di negara tersebut.

Baca Juga: Ini Dia KRONOLOGI Lengkap! Ibu Dianiaya Anak Kandung yang Bikin Geram, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Ikut Turun Tangan Bereaksi

“Kami tidak akan membiarkan kekerasan ini mengoyak semangat keberagaman rakyat Suriah. Kami akan mengejar pelaku dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan keji ini,” tegas al-Sharaa.

Dari luar negeri, reaksi keras datang dari Pemerintah Yunani. Lewat Kementerian Luar Negeri, mereka mengecam keras serangan yang menargetkan tempat ibadah tersebut.

“Kami menuntut otoritas transisi Suriah untuk segera membawa para pelaku ke pengadilan dan menjamin perlindungan terhadap komunitas Kristen dan kelompok keagamaan lainnya,” bunyi pernyataan resmi dari Athena.

Baca Juga: Geram! Dikatain Muka Anak Aaliyah Massaid Cacat, Istri Thariq Halilintar Murka Sampai Lakukan Hal Ini

Serangan ini kembali mengingatkan dunia bahwa ancaman ekstremisme belum berakhir di Suriah, meski pemerintahan diktator Assad telah tumbang.

Di tengah masa transisi yang rapuh, keamanan komunitas sipil, terutama kelompok minoritas agama, menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC