Terpukul di Kepala Saat Kerusuhan, Pria Muda Jadi Korban Tawuran di Menteng Atas

Akurat Banten - Jumat sore, 20 Juni 2025, di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan mendadak ricuh.
Dua kelompok pemuda terlibat bentrokan sengit di Jalan Dr Saharjo.
Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial A (30) mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan dagu.
Kerusuhan ini diduga melibatkan kelompok dari wilayah Tebet yang mendadak menyerang area Setiabudi.
Mereka saling serang dengan benda keras dan petasan, membuat suasana jalanan berubah mencekam.
Baca Juga: Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia: Peluang Emas atau Ancaman Terselubung?
Dentuman keras dan lemparan batu membuat warga sekitar memilih mengunci pintu rumah mereka.
Kapolsek Setiabudi, Kompol Firman, membenarkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.
“Korban berinisial A, mengalami luka di bagian kepala. Tapi kondisinya tidak sampai fatal, hanya luka terbuka,” kata Firman.
Firman menjelaskan, meski lokasi kejadian di Setiabudi, namun para pelaku tawuran diduga berasal dari luar wilayah tersebut.
Situasi makin tak terkendali hingga akhirnya petugas kepolisian terjun ke lokasi untuk membubarkan massa yang mulai brutal.
Baca Juga: Modus Licik Mafia Tanah: Mbah Tupon Ditipu Sertifikat Digadai Rp2,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap
“Sudah kami bubarkan, sekarang sedang dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab utama bentrokan ini,” lanjutnya.
Menurut sejumlah saksi mata, suasana sempat kacau balau ketika massa dari dua arah saling menyerang.
“Tadi lihat mereka bawa batu sama petasan, lempar-lemparan. Suaranya keras banget,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Sekitar pukul 16.30 WIB, pihak kepolisian akhirnya berhasil memukul mundur para pemuda yang terlibat.
Mereka langsung meminta warga yang tidak berkepentingan untuk menjauh dari lokasi dan kembali ke kediaman masing-masing.
Baca Juga: Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Akan Diperiksa Kejagung atas Kasus Laptop Rp9,9 Triliun!
Setelah situasi terkendali, arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali berjalan lancar.
Meski begitu, warga masih waspada akan kemungkinan kerusuhan susulan.
Aparat berjanji akan menyelidiki siapa otak di balik tawuran ini, serta memastikan kawasan tersebut kembali aman.
“Kami akan dalami lebih lanjut. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang,” tutup Kompol Firman.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa gesekan sosial sekecil apa pun bisa berubah jadi kekacauan jika tidak segera ditangani dengan bijak.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







