Aksi Demo di Cilegon Ricuh, Anggota Dewan Diduga Tabrak Buruh Serikat

AKURAT BANTEN - Kericuhan terjadi di depan sebuah pabrik tepung di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, saat aksi demonstrasi buruh berlangsung.
Seorang anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Gelora, Hikmatullah, diduga menabrak seorang peserta unjuk rasa yang sedang memblokade akses gerbang pabrik. Insiden itu langsung memicu amarah para buruh yang tergabung dalam serikat pekerja.
Baca Juga: Isu Pungli di Safari Wukuf Haji 2025 Dibantah Kemenag: Layanan Ini Gratis, Bukan Komersil!
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang demonstran tertahan di depan mobil yang dikendarai oleh anggota dewan tersebut. Mobil itu tetap melaju meski ada pengunjuk rasa di depannya, hingga pria yang diduga buruh tersebut terlihat terjepit antara mobil dan gerbang pabrik.
Video ini sontak menuai reaksi keras dari berbagai pihak, terutama kalangan buruh yang merasa aksi mereka justru dibalas dengan kekerasan.
Baca Juga: SPMB 2025 Tangerang Siap Digelar, Pemkot Tingkatkan Aplikasi dan Server Demi Pelayanan Maksimal
Setelah kejadian, massa buruh langsung bergerak menuju kantor DPRD Kota Cilegon. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari Hikmatullah sekaligus mendesak mediasi terbuka.
Para buruh juga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum, dengan membawa bukti rekaman video dan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: Magis Patrick Kluivert Berlanjut? Prediksi Skor Jepang vs Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, mengatakan bahwa pihaknya sudah membuka ruang komunikasi dengan para buruh sejak pagi pasca-insiden tersebut.
"Yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi secara langsung," ujar Rizki.
"Tapi kami dari DPRD sudah melakukan audiensi dan membuka ruang dialog dengan teman-teman serikat buruh," tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Murka: Blokade Gaza Hukuman Kolektif, Kecaman Keras Menlu RI atas Insiden Kapal Bantuan
Sementara itu, pihak kepolisian setempat menyatakan tengah memantau situasi dan siap memproses laporan jika ada aduan resmi dari pihak buruh.
Hingga saat ini, kondisi di sekitar pabrik dan kantor DPRD berangsur kondusif, meski pengamanan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan susulan.
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Tanggal 13, 14 dan 15, Puasa Ayyamul Bidh untuk Minta Lunas Utang?
Aksi demo sendiri dilakukan para buruh untuk menuntut kejelasan status kerja dan peningkatan upah di pabrik tersebut.
Namun, insiden dengan anggota dewan justru menggeser fokus unjuk rasa menjadi tuntutan atas dugaan pelanggaran hukum dan etika oleh pejabat publik. Para buruh berharap kasus ini diproses secara adil tanpa intervensi politik atau kekuasaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya





