Banten

GEMPAR TANGSEL! Paru Sapi Kurban Bertuliskan NAMA ORANG Viral, Benarkah Tanda Kebesaran Ilahi?

Saeful Anwar | 9 Juni 2025, 20:09 WIB
GEMPAR TANGSEL! Paru Sapi Kurban Bertuliskan NAMA ORANG Viral, Benarkah Tanda Kebesaran Ilahi?

AKURAT BANTEN – Suasana khidmat perayaan Iduladha di Perumahan Athaya I, Kelurahan Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, berubah menjadi kehebohan tak terduga.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan pemandangan yang bikin merinding sekaligus takjub: bagian paru sapi kurban ditemukan bertuliskan sebuah nama orang.

Peristiwa aneh ini terjadi di Masjid Al Ikhlas, Pondok Betung, pada Senin (9/6/2025), dan sontak menyita perhatian ribuan pasang mata.

Dalam video yang beredar luas, terlihat sejumlah bapak-bapak memegang potongan paru sapi tersebut.

Baca Juga: CANGGIH! Pemula Bisa Ubah Teks Jadi Video Sinematik Profesional dengan Google Veo 3: Begini Caranya ...

Salah seorang bapak yang diidentifikasi sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat, Bapak Suhada, menunjukkan secara jelas tulisan hitam yang tercantum di paru itu: 'Muhamad Musofa Bin Jalal Sayuti' dalam huruf kapital.

"Ini Bukan Rekayasa Manusia!" Saksi Mata Ungkap Detik-detik Penemuan

Dikonfirmasi langsung di lokasi penemuan, Masjid Al Ikhlas, Bapak Suhada membenarkan keanehan ini.

Ia menjelaskan, keajaiban ini diketahui saat panitia kurban, Bapak Warman, melakukan proses penyesetan (pemisahan) bagian dalam sapi.

"Ketika penyesetan itu yang dilakukan oleh Bapak Warman, ternyata ada satu keajaiban dan satu yang unik, ajib. Apa keajaibannya? Ada tulisan yang tertulis ternama 'Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti', yang bertuliskan berupa huruf kapital, semuanya kapital," tutur Suhada, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: Heboh! Nama Muhammad Musofa Terukir Misterius di Paru-Paru Sapi Kurban Pondok Aren

Yang lebih mencengangkan, Suhada menyebut bahwa tulisan itu sempat dicoba untuk dihapus oleh Warman, namun sama sekali tidak bisa dihilangkan!

"Ya, secara naluri, saya langsung pakai jari, digesek gitu. Tapi nggak berubah," aku Warman, sang penemu pertama. Setelah gagal menghapus, Warman segera melaporkan penemuan luar biasa ini kepada Suhada.

Suhada sendiri mengaku sudah mengecek tulisan tersebut dan berpendapat bulat: "Akhirnya kesimpulannya ternyata betul ini bukan rekayasa manusia, bukan rekayasa sengaja oleh orang yang berkorban, apalagi dari panitia. Nauzubillah. Tidak ada rekayasa apapun."

Rasa penasaran pun muncul: siapakah sosok Muhamad Musofa Bin Jalal Sayuti yang namanya tercantum misterius di paru sapi kurban ini?

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kapuk Muara: Gubernur Pramono Anung Gerak Cepat Bantu Korban dan Percepat Pemulihan Dokumen

Suhada menjelaskan, Muhamad Musofa adalah warga yang menyumbang satu ekor kambing untuk dikurbankan, bukan pemilik sapi yang bersangkutan.

Musofa sendiri sudah diberitahu tentang temuan ini dan reaksi pertamanya sangat emosional. "Sudah (diberi tahu), dan beliau sendiri ketika ketemu dengan saya waktu salat subuh, dia menangis karena saya sampaikan kronologinya," jelas Suhada, menggambarkan betapa terkejut dan terharunya Musofa.

Setelah penemuan itu, panitia DKM sepakat untuk memotong bagian paru yang bertuliskan nama tersebut dan menyerahkannya kepada Ketua DKM.

Baca Juga: Kisruh Wukuf di Arafah: Ribuan Jemaah Haji Indonesia Terlantar Tanpa Tenda, Ini Biang Keroknya

Tanda Kebesaran yang Mendadak Viral!

Peristiwa aneh tapi nyata ini langsung meledak di media sosial. Video amatir penemuan paru bertuliskan nama tersebut menyebar cepat di YouTube, berbagai akun media sosial, dan menjadi pesan berantai WhatsApp.

 

Fenomena ini menjadi perbincangan hangat, memicu takjub, dan kembali mengingatkan banyak pihak akan kebesaran Tuhan yang tak terbatas. Sebuah kejadian langka yang tak terlupakan di momen Idul Adha tahun ini (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman