Banten

China Kecam Rencana AS Cabut Visa Mahasiswa, Sebut Langkah Itu Diskriminatif dan Bermotif Politik

Andi Syafrani | 30 Mei 2025, 11:35 WIB
China Kecam Rencana AS Cabut Visa Mahasiswa, Sebut Langkah Itu Diskriminatif dan Bermotif Politik

AKURAT BANTEN - Pemerintah China menyatakan penolakan keras atas rencana Amerika Serikat yang akan mengambil langkah tegas dengan mencabut visa sejumlah mahasiswa asal China yang sedang menempuh pendidikan di Amerika.

Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperketat pengawasan terhadap pelajar internasional dari China.

Baca Juga: Bejat! Ayah Tiri Cabuli Anak Disabilitas di Serang: Ancaman Pembunuhan Iringi Aksi Biadab

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (29/5), menegaskan bahwa keputusan AS tersebut tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar.

Mao menilai langkah ini merugikan hak dan kepentingan pelajar China yang tengah belajar di luar negeri, sekaligus mengganggu hubungan sosial dan budaya antara kedua negara.

Baca Juga: Spesifikasi Samsung Galaxy A26 5G: Smartphone Stylish, Kencang, dan Terjangkau di Kelasnya

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengumumkan bahwa di bawah kebijakan pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akan melakukan pencabutan visa secara agresif.

Sasaran pencabutan ini termasuk mahasiswa yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis China maupun yang menekuni bidang-bidang strategis tertentu.

Baca Juga: Begini Tanggapan Gerald Vanenburg Usai Timnas Indonesia U-23 Segrup dengan Korsel

Rubio juga menyebut bahwa pemerintah AS akan memperketat kriteria pemberian visa bagi pelajar asal China dan Hong Kong, sebagai bentuk pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi ancaman keamanan nasional. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya untuk membatasi pengaruh China di lingkungan akademik dan teknologi AS.

Baca Juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Juni 2025, Libur Idul Adha Berapa Hari?

Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menuding Amerika Serikat menggunakan alasan keamanan nasional dan ideologi sebagai dalih yang tidak relevan.

"Ini adalah keputusan yang sangat merugikan pelajar internasional China dan mencederai prinsip pertukaran budaya serta ilmiah antar negara," ujar Mao Ning.

Baca Juga: Indonesia Satu Grup dengan Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U23 2026, Persaingan Ketat Menanti

China telah menyampaikan protes resmi atas kebijakan ini dan menganggap langkah AS bermotif politik serta diskriminatif. Mao Ning menegaskan bahwa tindakan tersebut justru memperlihatkan ketidakkonsistenan Amerika Serikat dalam menjaga kebebasan dan keterbukaan yang selama ini mereka klaim.

Lebih jauh, Mao Ning mengungkapkan bahwa posisi China terhadap Amerika Serikat tetap pada jalur yang sama, berharap ada kerja sama yang lebih konstruktif demi menjaga hubungan bilateral yang sehat dan berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi daripada langkah-langkah yang menimbulkan ketegangan.

Baca Juga: Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel untuk OECD Dibantah Keras, Yusril: Kami Tidak Pernah Menjual Prinsip

Rencana pencabutan visa pelajar asal China ini merupakan kelanjutan dari kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap mahasiswa internasional di AS, yang sebelumnya juga mencakup pencabutan ribuan visa, penahanan, hingga deportasi mahasiswa atas dasar aktivitas politik. Kebijakan ini memicu kekhawatiran dunia pendidikan internasional dan mengancam hubungan akademik kedua negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC