China Kecam Rencana AS Cabut Visa Mahasiswa, Sebut Langkah Itu Diskriminatif dan Bermotif Politik

AKURAT BANTEN - Pemerintah China menyatakan penolakan keras atas rencana Amerika Serikat yang akan mengambil langkah tegas dengan mencabut visa sejumlah mahasiswa asal China yang sedang menempuh pendidikan di Amerika.
Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperketat pengawasan terhadap pelajar internasional dari China.
Baca Juga: Bejat! Ayah Tiri Cabuli Anak Disabilitas di Serang: Ancaman Pembunuhan Iringi Aksi Biadab
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (29/5), menegaskan bahwa keputusan AS tersebut tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar.
Mao menilai langkah ini merugikan hak dan kepentingan pelajar China yang tengah belajar di luar negeri, sekaligus mengganggu hubungan sosial dan budaya antara kedua negara.
Baca Juga: Spesifikasi Samsung Galaxy A26 5G: Smartphone Stylish, Kencang, dan Terjangkau di Kelasnya
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengumumkan bahwa di bawah kebijakan pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akan melakukan pencabutan visa secara agresif.
Sasaran pencabutan ini termasuk mahasiswa yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis China maupun yang menekuni bidang-bidang strategis tertentu.
Baca Juga: Begini Tanggapan Gerald Vanenburg Usai Timnas Indonesia U-23 Segrup dengan Korsel
Rubio juga menyebut bahwa pemerintah AS akan memperketat kriteria pemberian visa bagi pelajar asal China dan Hong Kong, sebagai bentuk pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi ancaman keamanan nasional. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya untuk membatasi pengaruh China di lingkungan akademik dan teknologi AS.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Juni 2025, Libur Idul Adha Berapa Hari?
Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menuding Amerika Serikat menggunakan alasan keamanan nasional dan ideologi sebagai dalih yang tidak relevan.
"Ini adalah keputusan yang sangat merugikan pelajar internasional China dan mencederai prinsip pertukaran budaya serta ilmiah antar negara," ujar Mao Ning.
China telah menyampaikan protes resmi atas kebijakan ini dan menganggap langkah AS bermotif politik serta diskriminatif. Mao Ning menegaskan bahwa tindakan tersebut justru memperlihatkan ketidakkonsistenan Amerika Serikat dalam menjaga kebebasan dan keterbukaan yang selama ini mereka klaim.
Lebih jauh, Mao Ning mengungkapkan bahwa posisi China terhadap Amerika Serikat tetap pada jalur yang sama, berharap ada kerja sama yang lebih konstruktif demi menjaga hubungan bilateral yang sehat dan berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi daripada langkah-langkah yang menimbulkan ketegangan.
Rencana pencabutan visa pelajar asal China ini merupakan kelanjutan dari kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap mahasiswa internasional di AS, yang sebelumnya juga mencakup pencabutan ribuan visa, penahanan, hingga deportasi mahasiswa atas dasar aktivitas politik. Kebijakan ini memicu kekhawatiran dunia pendidikan internasional dan mengancam hubungan akademik kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









