Banten

Duka di Laut Kuala Lagan: Dua Nelayan Tewas Disambar Petir Saat Mencari Kerang

Moehamad Dheny Permana | 29 Mei 2025, 14:52 WIB
Duka di Laut Kuala Lagan: Dua Nelayan Tewas Disambar Petir Saat Mencari Kerang

Akurat Banten - Duka mendalam menyelimuti warga Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi.

Dua nelayan bernama Nasrullah dan Yudi Hidayatullah meninggal dunia setelah kapal mereka disambar petir saat mencari kerang di Perairan Kuala Lagan, Rabu, 28 Mei 2025 siang.

Kejadian tragis itu terjadi ketika lima orang nelayan sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kerang di kawasan Beting Kuala Lagan.

Dalam perjalanan, cuaca mendadak berubah ekstrem. Hujan deras turun disertai angin kencang dan petir yang menyambar dengan tiba-tiba.

Sambaran petir menghantam bagian depan kapal, tempat Nasrullah dan Yudi berada. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian.

Baca Juga: Jakarta Tersendat! Malam Menjelang Libur Panjang, Jalan Macet Parah Sampai Motor Naik Trotoar

Tiga orang rekan lainnya yang berada di kapal mengalami luka ringan akibat efek sambaran petir.

Salah satu di antaranya sempat mengalami luka bakar ringan pada bagian leher dan langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan.

Camat Kuala Jambi, Hermawan, menyampaikan bahwa kondisi korban luka tersebut kini sudah berangsur membaik dan kemungkinan akan segera dipulangkan untuk menjalani perawatan jalan di rumah.

"Korban luka sudah mendapatkan penanganan medis dan kemungkinan hari ini bisa pulang. Sementara dua korban meninggal sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Kampung Laut, dekat dengan rumah duka," ungkap Hermawan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Meledak di Subang: Ini Bukan Forum Persikas, Punya Otak Kamu?

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya cuaca ekstrem di wilayah pesisir.

Hermawan pun menghimbau seluruh nelayan di wilayah Kecamatan Kuala Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hendak melaut.

Ia menekankan pentingnya memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat mencari ikan atau hasil laut lainnya.

"Saya imbau seluruh nelayan agar lebih waspada. Jangan memaksakan diri untuk pergi melaut jika cuaca sedang buruk. Sekarang hampir semua orang punya telepon genggam, manfaatkan untuk membaca prakiraan cuaca terlebih dahulu," jelasnya.

Insiden ini mengejutkan banyak pihak, mengingat aktivitas mencari kerang merupakan mata pencaharian utama bagi sebagian besar warga di wilayah tersebut.

Baca Juga: Gesekan 'Bau Tanah' Berakhir Haru: Hercules & Eks Kepala BIN Sutiyoso Duduk Sejajar, Kisah Kopassus & Pejuang Timor Terungkap!

Masyarakat pun berbondong-bondong datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Perairan Kuala Lagan memang dikenal sebagai lokasi favorit bagi nelayan tradisional dalam mencari kerang.

Namun, wilayah tersebut juga memiliki karakter cuaca yang cepat berubah dan berpotensi berbahaya, terutama saat musim hujan.

Peristiwa nahas ini menjadi pengingat penting akan keselamatan nelayan di tengah ancaman alam yang tidak bisa diprediksi.

Baca Juga: Marak Peredaran Miras, MUI Kabupaten Serang Minta Pemkab Tegakkan Perda

Harapan ke depan, ada langkah-langkah antisipatif lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk penyuluhan keselamatan dan penyediaan alat komunikasi darurat bagi nelayan tradisional.

Kepergian Nasrullah dan Yudi bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas nelayan Kampung Laut yang kini kembali mengingat betapa pentingnya menjaga keselamatan jiwa saat bekerja di laut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.