Banten

Donald Trump Putuskan Menutup USAID, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan di Indonesia Termasuk Stunting

Syahganda Nainggolan | 9 Februari 2025, 08:34 WIB
Donald Trump Putuskan Menutup USAID, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan di Indonesia Termasuk Stunting

AKURAT BANTEN - United States Agency for International Development (USAID), badan pembangunan internasional milik Amerika Serikat, dipastikan akan ditutup.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Department of Government Efficiency (DOGE) AS, Elon Musk, dalam sesi X Spaces pada Senin 3 Februari 2025.

Baca Juga: Tragedi Miras Oplosan di Cianjur: 8 Nyawa Melayang, Warga Hati-Hati!

"Terkait dengan USAID, saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Donald Trump) secara mendetail dan dia setuju kita harus menutupnya," ungkap Musk.

Persetujuan dari Trump disebut sebagai langkah pemangkasan anggaran pemerintah.

Dana bantuan yang sebelumnya diberikan kepada lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara miskin, akan dialihkan ke program bantuan kemanusiaan yang lebih sejalan dengan kebijakan Make America Great Again (MAGA).

Sebelumnya, Musk secara terang-terangan menyebut USAID sebagai “sarang ular berbisa kaum Marxis kiri radikal” yang menentang kepentingan AS.

Ia bahkan menuding lembaga ini sebagai alat CIA yang mendanai penelitian senjata biologis, termasuk yang diduga berkaitan dengan awal mula pandemi COVID-19.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemerkosa Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Serang

Ke depan, USAID akan diintegrasikan ke dalam Departemen Luar Negeri AS.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahkan mengklaim telah menempati posisi Direktur USAID, menyusul pernyataan Elon Musk bahwa Trump telah menyetujui pembubaran lembaga tersebut.

Kontroversi dan Protes

Keputusan ini memicu perdebatan, terutama di kalangan pegawai USAID.

Sebab, selama ini USAID dikenal sebagai lembaga independen, dan langkah Trump dalam mengambil alihnya dianggap melanggar regulasi.

Penutupan USAID juga memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap berbagai negara penerima bantuan, termasuk Indonesia.

Dampak Penutupan USAID terhadap Indonesia

Didirikan pada 1961 di bawah kepemimpinan Presiden John F. Kennedy, USAID berperan dalam mengelola program bantuan AS di berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Baca Juga: Cara Merawat LCD HP Agar Tidak Cepat Rusak, Tips Ampuh Buat HP Lebih Awet yang Harus Kamu Coba!

Beberapa program yang selama ini mendapat dukungan USAID di Indonesia antara lain:

1. Program Vaksinasi Polio

Sejak 2023, USAID telah mengucurkan lebih dari 3,2 juta dolar AS (sekitar Rp48,4 miliar) untuk membantu Indonesia menangani wabah polio.

USAID bekerja sama dengan WHO dalam mendistribusikan 31 juta dosis vaksin polio nOPV2 ke jutaan anak di berbagai wilayah, termasuk Aceh dan Papua.

Program ini semakin penting setelah Indonesia kembali melaporkan tiga kasus polio di Pidie, Aceh, pada tahun 2022.

2. Penurunan Stunting di Papua

USAID juga berperan dalam program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI)-Papua, yang diluncurkan pada 13 September 2023.

Baca Juga: Edarkan Pil Koplo, Pasutri Warga Kota Serang Ditangkap Polisi

Program yang dijalankan bersama Kementerian Kesehatan RI dan PT Freeport Indonesia ini bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di tiga wilayah: Mimika dan Nabire (Papua Tengah), serta Asmat (Papua Selatan).

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menegaskan bahwa kerja sama ini mendukung pembangunan nasional dengan alokasi dana sebesar 4 juta dolar AS.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di Papua Tengah mencapai 39,4 persen dengan 46.128 kasus, sedangkan di Papua Selatan prevalensinya sebesar 25 persen dengan 33.304 kasus.

3. Program HIV-AIDS dan Air Minum

Pada 2023, pemerintah AS mengalokasikan 72 miliar dolar AS untuk berbagai program di dunia, termasuk di Indonesia.

Dana ini digunakan untuk meningkatkan akses kesehatan perempuan, sanitasi air, penanganan HIV-AIDS, keamanan energi, dan antikorupsi.

Baca Juga: Diboikot Fans K-Drama? Ini Alasan Film A Business Proposal Indonesia yang Dibintangi Abidzar Al Ghifari Sepi Penonton!

USAID juga berkontribusi dalam program IUWASH Tangguh, yang bertujuan meningkatkan akses air minum berkualitas.

Salah satu bentuk dukungan USAID adalah membantu Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengembangkan sistem Zona Air Minum Prima (ZAMP) di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Pada 10 Desember 2024, sistem ZAMP di Perumahan Meranti Permai, Pematangsiantar, resmi diluncurkan oleh Wali Kota.

Program ini menyediakan air berkualitas tinggi selama 24 jam untuk 213 rumah tangga dan memenuhi standar Kementerian Kesehatan RI.

 

Sikap Indonesia terhadap Penutupan USAID

Pemerintah Indonesia telah bersiap menghadapi kemungkinan dampak dari penutupan USAID.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Dirjen Anggaran Kemenkeu Ditahan Kejagung, Diduga Terlibat Kasus Jiwasraya!

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah "Roy" Soemirat, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai program-program yang terkena dampaknya.

Roy menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan AS dalam Bilateral Development Cooperation Framework 2020-2026 masih berjalan.

Pihaknya pun masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah AS mengenai kelanjutan hibah yang telah disepakati sebelumnya.

Meski demikian, Roy menegaskan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-AS yang telah terjalin selama 75 tahun akan tetap kuat.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil oleh AS maupun negara mitranya selalu melalui pertimbangan matang dengan prinsip saling menghormati.

Baca Juga: Nasib IKN Usai Anggaran Diblokir, Menteri PU: Minta Rp1000 T, Namun Tersedia cuma Rp29,57 T

Ia juga meyakini bahwa jika ada dampak signifikan akibat kebijakan ini, kedua negara dapat berdialog untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

USAID: Lembaga dengan Peran Strategis

Sebagai badan independen pemerintah AS, USAID memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang tengah menghadapi bencana, berjuang keluar dari kemiskinan, maupun yang sedang melakukan reformasi demokrasi.

Baca Juga: Dede Yusuf Usulkan Honorer yang Sudah Bekerja 10 Tahun, Bisa Langsung Diangkat PNS Tanpa Tes

Dengan ditutupnya USAID, dunia kini menanti bagaimana kebijakan AS selanjutnya dalam menyalurkan bantuan internasionalnya.

Sementara itu, negara-negara yang selama ini bergantung pada bantuan USAID, termasuk Indonesia, harus mencari solusi alternatif untuk mempertahankan program-program yang telah berjalan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.