Para Pengecer Gas Elpiji 3 Kg Diusulkan untuk Diformalkan Jadi Sub Pangakalan, Atasi Harga Jual yang Tidak Sesuai

AKURAT BANTEN - Anggota Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyoroti permasalahan distribusi gas elpiji 3 kg baru-baru ini.
Beliau menyampaikan bahwa pengecer gas elpiji 3 kg banyak yang menjual dengan harga semena-mena dan tidak wajar.
Menurutnya, solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memformalkan status pengecer menjadi sub-pangkalan yang terdaftar dan diawasi.
Baca Juga: Siaga Api Sejak Dini! Ratusan Anak TK di Sobang Ikuti Sosialisasi Pengenalan pemadam kebakaran
Beiiau juga menyampaikan bahwa para pengecer gas elpiji 3 kg seringkali memanfaatkan situasi dengan menarikkan harga.
Terutama kenaikan harga ini terjadi di daerah-daerah yang berada jauh dari lokasi pangkalan resmi pertamina.
Pemerintah harus segera mengambil langkah tegas untuk melindungi konsumen dari praktik curang seperti ini.
Baca Juga: Siaga Api Sejak Dini! Ratusan Anak TK di Sobang Ikuti Sosialisasi Pengenalan pemadam kebakaran
Sugeng juga menyoroti anggaran subsidi energi yang mencapai Rp113 triliun pada APBN 2025 yang mencakup subsidi elpiji, listrik, solar dan minyak tanah.
Ia menekankan pentingnya subsidi yang tepat sasaran, bukan hanya melalui pengendalian harga barang, melainkan juga subsidi langsung kepada masyarakat yang berhak.
Menurutnya subsidi energi memang penting, terutama untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah agar tepat sasaran.
Baca Juga: Pembangunan Proyek IKN Terancam Mangkrak, Anggaran Masih Diblokir Menteri Keuangan
Berdasarkan survei, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia masih di bawah 5.000 dolar sehingga berhak diberikan subsidi.
Dengan memformalkan status pengecer dan menerapkan pengawasan yang ketat, diharapkan harga gas elpiji 3 kg dapat lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, subsidi yang diberikan pemerintah juga dapat tersalurkan dengan lebih efektif dan efisien.
Dengan mekanisme yang lebih transparan, diharapkan masyarakat tetap dapat menikmati barang dan jasa dengan harga yang wajar tanpa spekulasi harga dari pengecer.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





