Banten

Penduduk Pacific Palisades Kembali ke Daerah Usai Kebakaran Menghanguskan Rumah Mereka, Bertahan Hidup Lebih Penting

Aldi Gultom | 10 Januari 2025, 12:15 WIB
Penduduk Pacific Palisades Kembali ke Daerah Usai Kebakaran Menghanguskan Rumah Mereka, Bertahan Hidup Lebih Penting

AKURAT BANTEN - Beberapa penduduk korban kebakaran hutan di Los Angeles kembali ke daerah untuk melihat rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. 

Kebakaran besar yang diberi nama Eaton Fire ini telah menguncang kota dan meninggalkan bekas luka mendalam bagi para penduduk.

"Kami masih hidup. Itu saja yang penting," kata petugas keamanan swasta Bilal Tukhi sambil berjaga di luar rumah majikannya yang rusak. Pemandangan tersebut juga mengingatkannya pada negara asalnya, Afghanistan yang dilanda perang.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Los Angeles Ancam Industri Asuransi, Kerugian Hingga Miliaran Dolar AS

Api yang berkobar dengan cepat telah melahap habis rumah-rumah mewah, kendaraan, dan infrastruktur lainnya pada Selasa, 7 Januari 2025.

Beberapa penduduk yang berhasil menyelamatkan diri terpaksa meninggalkan rumah mereka dengan hanya membawa pakaian. 

Pemandangan puing-puing rumah yang hangus dan asap tebal yang membubung tinggi menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya kebakaran ini.

Baca Juga: Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Terpilih, Begini Pesan Bey Machmudin

Api telah mencapai kawasan Observatorium Mount Wilson, tempat di mana para astronom melakukan penemuan penting tentang alam semesta. Untungnya, observatorium berhasil diselamatkan dari amukan api.

"Kami lega melaporkan bahwa kobaran Api Eaton di dekat Observatorium tampaknya terkendali untuk saat ini," kata observatorium dalam sebuah pernyataan.

Pertumbuhan Kebakaran Eaton telah terhenti secara signifikan, kata Marrone, meskipun masih 0% terkendali.

Baca Juga: Akibat Kebakaran Dahsyat yang Melanda Los Angeles, Ribuan Rumah Hangus dan Korban Jiwa Berjatuhan

Meskipun kondisi angin masih kencang, namun telah berkurang sejak hembusan angin berkecepatan 100 mil per jam (160 km/jam) yang terlihat di awal minggu, yang memungkinkan dukungan udara penting bagi kru di darat.

Namun, para pejabat memperingatkan bahwa angin diperkirakan akan meningkat lagi pada malam hari, dan kondisi bendera merah diperkirakan terjadi hingga Jumat sore.

Oleh karena hal tersebut, warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.