Kebakaran Hutan di Los Angeles Ancam Industri Asuransi, Kerugian Hingga Miliaran Dolar AS

AKURAT BANTEN - Los Angeles saat ini sedang mengalami musibah kebakaran hutan yang terjadi sejak hari Selasa, 7 Januari 2024.
Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles baru-baru ini tidak hanya menyebabkan kerusakan properti yang parah, tetapi juga memberikan pukulan telak bagi industri asuransi.
Menurut lembaga pemeringkat Morningstar DBRS, kerugian yang diasuransikan akibat bencana alam ini diperkirakan mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS.
Angka ini bahkan melampaui kerugian yang diderita akibat kebakaran hutan Woolsey pada tahun 2018.
Wilayah yang terdampak kebakaran, seperti Pacific Palisades, Eaton, dan Hurst, dikenal memiliki properti dengan nilai yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja akan meningkatkan total klaim asuransi.
Akibatnya biaya untuk memulihkan kerusakan akibat kebakaran hutan diperkirakan akan sangat tinggi, yang pada akhirnya akan membebani industri asuransi.
Dampak kebakaran hutan Los Angeles terhadap Industri Asuransi
Kebakaran hutan Los Angeles ini diperkirakan akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap industri asuransi di California.
Baca Juga: Pj Gubernur Banten: Audit Tata Ruang Terkait Pagar Laut PIK 2 Sedang Dilakukan
Untuk menutupi kerugian yang semakin besar, perusahaan asuransi kemungkinan akan menaikkan premi asuransi properti.
Beberapa perusahaan asuransi mungkin akan mengurangi cakupan asuransi yang ditawarkan atau bahkan menolak untuk memberikan asuransi kepada properti di daerah yang dianggap berisiko tinggi.
"Peristiwa ini akan terus berdampak negatif yang meluas bagi pasar asuransi yang lebih luas di negara bagian ini," kata Denise Rappmund, analis senior di Moody's.
Baca Juga: Lapas Kelas II A Serang Terus Berkomitmen Laksanakan Program Hak Integrasi Bagi Narapidana
Pemilik rumah akan memiliki pilihan yang lebih terbatas dalam mencari asuransi properti, terutama di daerah yang rawan bencana.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan asuransi, dan masyarakat.
Hal tersebut bertujuan untuk menyediakan program-program yang dapat membantu meringankan beban keuangan bagi korban bencana alam.
Morningstar DBRS juga mengatakan sebagian besar kerugian dapat tidak diasuransikan atau ditanggung berdasarkan rencana California FAIR, yang dirancang untuk membantu pemilik rumah yang tidak memiliki asuransi standar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan




