Diduga Banyak Yang Fiktif, Dana Bos SMKN 2 Rangkasbitung Disoalkan, Begini Penjelasan Kepsek!

AKURAT BANTEN, LEBAK - Diduga banyak yang fiktif, Dana Bos SMKN 2 Rangkasbitung Disoal. Pasalnya, penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) dan Rencana Anggaran Penggunaan Biaya Sekolah (RAPBS) dilakukan oleh perorangan. Selain itu, laporannya yang disusun oleh bendahara sekolah diduga banyak yang fiktif.
”Yang saya tau penggunaaanya tak sepenuhnya sesuai dengan RAKS dan RAPBS,” ujar sumber media, di Rangkasbitung, Selasa (19/11/ 2024).
”Dana bos juga kebanyakan digunakan untuk kegiatan infrastruktur, tidak diimbangi mutu SDM siswa. Seperti fasilitas kegiatan siswa, sarana dan prasarana siswa, alat pendukung olah raga, jarang dibelanjakan, bahkan guru Mapel beli sendiri,” ungkap narasumber media ini.
Baca Juga: Soroti Netralitas di Depan Mabes Polri, HMI Tuntut Kapolda Banten Dievaluasi
Umumnya kata sumber media ini, pengelola dana bos bagaimana caranya merekayasa laporan demi untuk memperkaya pribadi
”Hampir semua sekolah dalam pengelolaannya , termasuk SMKN 2 Rangkasbitung, tidak transfaran informasi infut dan outputnya,” jelasnya.
Karena itu, ujar sumber media tersebut, Ia mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan dana bos SMKN 2 tersebut.
Baca Juga: Menteri Hukum Supratman: Sampai Hari ini Jakarta masih Menjadi Ibu Kota Negara RI !
”Besar lho! dana Bos untuk SLTA, belum lagi dari Bos daerahnya (BOSDA), kalau tidak salah per siswanya Rp1,6 juta, tinggal dikalikan saja dengan banyak jumlah siswa di SMKN 2 Rangkasbitung. Yang pasti setiap bos cair itu, nilainya miliayaran,” papar Sumber Media ini.
Sementara itu, Sukarno Kepala Sekolah SMKN 2 Rangkasbitung membantah pengelolaan dana Bos disekolah menyimpang dari aturan.
”Yang pasti kita gunakan sesuai aturan dan peruntukannya, untuk kegiatan anak anak di sekolah, pembelian atk dan rehab rehab ringan, untuk dana bos sendiri besarannya persiswa Rp1,6 juta x 1500 siswa.” Kilah Sukarno kepada awak media.
Baca Juga: Waspada! BPOM Cabut Izin Edar 16 Kosmetik yang Melanggar Aturan, Berikut Daftar Produknya!
Dana sebesar itu, kata Sukarno, dinilainya masih kurang. Sebab, pihaknya sering kedatangan wartawan dan LSM serta lembaga lainnya.
”Sehari dirata-ratakan ada 6 orang yang datang, terus dari mana anggaranya?, pernah ada yang saya kasih Rp 25 ribu, eh malah ngedumel, masih mening saya kasih,saya aja belum ngopi, dia sudah dapat uang," tuturnya
”Gaji saya Rp4,6 jt, tukin Rp14 juta, ya paling kebagian Rp7 jutaan, sisanya bagi – bagi ke rekan – rekan yang datang,” jelas Sukarno.
Sukarno juga membantah dana Bos disekolahnya mengalir ke guru atau kepala sekolah.
”Yang pasti, dana bos itu semuanya untuk kegiatan anak anak, jasa dan barang di sekolah dan rehab ringan,segitu juga masih kurang,” terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






