Banten

Karyawan Apotek Curi Uang Penjualan Obat Sehari Rp500 Ribu, Bisa Beli iPhone, Mobil dan Tanah

Mitha Theana | 19 Januari 2024, 18:34 WIB
Karyawan Apotek Curi Uang Penjualan Obat Sehari Rp500 Ribu, Bisa Beli iPhone, Mobil dan Tanah

AKURAT BANTEN - Seorang perempuan, karyawan apotek, mencuri uang pembelian obat sehari Rp500 ribu untuk beli iPhone dan mobil.

Kelakuan wanita berhijab yang belum diketahui identitasnya ini pun akhirnya dibongkar sang majikan.

Tidak hanya iPhone dan mobil, dari hasil mencuri uang penjualan obat itu juga, perempuan ini bisa membeli sebidang tanah.

Baca Juga: PT Huang-A Tutup, Diduga Akan Hijrah Ke-Vietnam Karena 5 Alasan Ini!

Tampak dalam video yang beredar, tas hitam milik perempuan itu dibongkar sang majikan yang kesal dengan aksinya.

Dari dalam tas itu, ditemukan sejumlah uang pecahan ratusan ribu, hingga puluhan yang diduga hasil curian dari penjualan obat apotek.

Bukan itu saja, sang majikan juga menemukan secarik kertas berisi catatan uang yang harus dikumpulkan wanita itu.

Rupanya, semua uang curian dibuat catatannya dengan apik.

"Ketika kedoknya dibongkar. Catatan yang ditulis pelaku. Target uang yang diambil di toko setiap hari. Sampai uang hasil curiannya dibelikan mobil, tanah, iPhone," tulis keterangan dalam video itu, dikutip Akurat Banten, Jumat (19/1/2024).

Video pelaku pencurian uang penjualan obat apotek ini pun tersebar luas dan viral di media sosial.

Seperti yang dibagikan akun Instagram @kabarnegri. "Sedikit demi sedikit karyawan ini bisa beli mobil, tanah dan iPhone," tulisnya.
Unggahan ini pun menuai reaksi beragam dari netizen. Di antaranya datang dari @amingunadi93.

Baca Juga: Dihantam TPT Saat Hujan Deras, Rumah Warga di Lebak Rusak Parah

Dikatakan, perempuan itu mencuri uang dengan cara markup harga obat menjadi lebih mahal dari harga aslinya.

"Tokonya gak rugi, cuma obatnya mahal.. gini, harga obat Bodrex satu dus Rp14.500, dia naekan jadi Rp25.500. Maka keuntungannya punya dia, gitu makannya pinter, cepet kaya," ungkapnya.

Senada diungkapkan @zia_andriana30. Dikatakan, setiap obat yang dijual, harganya telah di markup pelaku.

"Njirr.. setiap pembelian obat, di naikkin seenak jidat, tapi pas laporan disamakan dengan yang sesuai admin. Itulah mengapa dia bisa ga ketauan. Menurut gw sihh," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.