Ratusan Kilometer Jalan di Lebak Kondisi Mantap, Kadis PUPR : Ini Komitmen Pemkab Lebak

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak TA 2022 merampungkan pembangunan jalan sepanjang 527 kilometer dari 749 kilometer dengan kondisi mantap. Kondisi jalan mantap tersebut belum termasuk hasil pekerjaan TA 2023.
Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, berjanji melanjutkan program yang tertunda masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi, salah satunya adalah infrastruktur jalan.
"Hasil pemetaan awal, program pembangunan yang strategis yang masih tersisa dimasa kepemimpinan sebelumnya akan saya lanjutkan,” kata Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, Sabtu (2/12/2023).
Melalui momen hari jadi Kabupaten Lebak ke 195, kata Iwan, pihaknya berharap doa restu dari seluruh jajaran pemerintah daerah, masyarakat, stakeholder, eksekutif dan legislatif bekerja bersama kolaborasi, untuk mewujudkan semua harapan Kabupaten Lebak kedepan.
"Saya berharap pada mometum yang bersejarah ini yaitu di hari jadi Lebak ke 195 menjadi semangat yang luar biasa dalam bergotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama, untuk mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih baik,” ungkapnya.
- Baca Juga: Sejumlah Petinggi Perusahaan Keluarga Jusuf Kalla PT Bukaka Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Tol Japek II
- Baca Juga: Komitmen Penguatan Ideologi Pancasila, Pj Bupati Lebak MoU Bersama BPIP RI
- Baca Juga: OJK Imbau Jangan Ngerasa Hedone Usai Terima Pinjaman Baik Legal Maupun Ilegal, Sebab Ada Konsekuensinya
Menurut Iwan, terdapat lima program percepatan pembangunan yang perlu didorong pelaksanaannya. Diantaranya, TPSA dan pengolahan sampahnya. Ia juga mendorong program air bersih atau spam regional, termasuk juga infrastruktur jalan.
"Kita bangun perluasan pemberian air minum dan sanitasi kawasan Kabupaten Lebak sampai dengan 100 persen. Selain itu, pada visi misi RPJMD 2019-2024, terdapat sektor Pariwisata, dan ini juga akan menjadi konsen saya,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan, sesuai dengan hasil verifikasi data teknis jalan yang dilaksanakan tahun 2022. Kondisi jalan mantap sepanjang 527 kilometer belum termasuk hasil pekerjaan 2023 ini.
“Dari panjang 749 kilometer jalan kabupaten dalam kondisi mantap sepanjang 527 kilometer,” katanya
Kondisi jalan kabupaten yang mantap menurut Irvan, belum menghitung hasil pekerjaan pada tahun 2023 pekerjaan multiyear jika dihitung akan mengungkit kemantapan jalan sekisar tujuh persen. Menurut Irvan, pemerintah daerah tahun ke tahun mengalokasikan dana infrastuktur pembangunan, perbaikan jalan juga jembatan.
"Infrastuktur jalan dan jembatan sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bila, jalan itu baik maka kegiatan ekonomi masyarakat juga membaik," ungkapnya
Bahkan jelas Irvan, apabila kondisi jalan tersebut baik, kegiatan perekonomian masyarakat di daerah itu selama 24 jam juga dapat menekan biaya angkutan. Pihaknya berharap semua jalan di Kabupaten Lebak dalam kondisi baik dan bisa terkoneksi antara jalan desa, kecamatan maupun kabupaten.
Kondisi infrastuktur jalan di Kabupaten Lebak yang tidak mantap sepanjang 223 kilometer atau 29,65 kilometer. Kerusakan jalan terpanjang ada di tiga ruas jalan kabupaten, diantaranya Sabagi - Sindang wangi 17,4 kilometer, Jampang - Muncang 16 kilometer, ukahujan - cigemblong 15,4 kilometer.
Data diatas tersebut kata Irvan menegaskan, belum memperhitungkan hasil kegiatan tahun 2023 yaitu pekerjaan multiyears yang bila dihitung itu bisa mengungkit kemantapan jalan sekitar tujuh persen.
"Kami berharap komitmen pemerintah daerah terus berkelanjutan melaksanakan pembangunan jalan dan jembatan, sehingga hak-hak masyarakat sebagai pengguna jalan yang berdampak meningkatnya ekonomi masyarakat terpenuhi," tegasnya.
Kepala Bidang Bina Marga menyatakan, penyebab kerusakan jalan di Kabupaten Lebak akibat berbagai faktor antara lain faktor mobilisasi arus lalu lintas yang padat, daya angkut yang melebihi oper load, dan adanya pergerakan tanah yang tidak terduga serta drainase yang tersumbat.
"Kendaraan truk mengangkut barang melebihi kapasitas juga saluran air atau drainase tidak berfungsi sehingga air hujan bisa menimbulkan kerusakan jalan," katanya. (adv)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







