Jokowi Ajak Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP Langsung Beri Respons Menohok, 'Emang Mau?'

AKURAT BANTEN – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode menjadi perhatian berbagai kalangan politik.
Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menerima kunjungan sejumlah tokoh dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo.
Dalam pertemuan itu, Jokowi disebut berharap pemerintahan yang dipimpin Prabowo dan Gibran dapat berjalan sukses serta memperoleh dukungan berkelanjutan dari masyarakat.
Ucapan Jokowi itu segera memantik respons dari sejumlah partai politik, termasuk PDI Perjuangan (PDIP).
Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut menilai pembahasan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu jauh untuk dijadikan agenda utama saat ini.
Politikus PDIP, Guntur Romli, mengatakan bahwa fokus partainya saat ini bukan membicarakan kontestasi politik lima tahun mendatang.
Menurutnya, perhatian utama PDIP masih tertuju pada berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi, kesejahteraan rakyat hingga berbagai tantangan sosial yang memerlukan solusi konkret.
Guntur juga menanggapi munculnya wacana Prabowo-Gibran dua periode dengan nada mempertanyakan.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Rosan Ungkap Rencana Besar Pengelolaan Aset Negara
Ia menilai publik seharusnya tidak langsung berasumsi bahwa gagasan tersebut merupakan keinginan semua pihak, termasuk Prabowo sendiri.
Menurutnya, sebelum berbicara lebih jauh mengenai peluang melanjutkan kepemimpinan hingga periode kedua, yang terpenting saat ini adalah memastikan pemerintahan berjalan efektif dan mampu memenuhi harapan masyarakat.
PDIP berpandangan bahwa politik tidak semata-mata soal persiapan pemilu atau pembagian kekuasaan.
Partai berlambang banteng itu menegaskan bahwa kerja nyata untuk rakyat harus menjadi prioritas dibandingkan membahas peluang politik yang masih jauh di depan.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Jalan 1.151 Km di 37 Provinsi, Simak Tujuan Besar di Balik Proyek Ini
Sementara itu, sejumlah partai lain memilih menyikapi pernyataan Jokowi dengan lebih hati-hati.
Partai Demokrat, misalnya, menegaskan bahwa fokus mereka saat ini adalah mendukung jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran dan membantu menyukseskan program pembangunan nasional.
Demokrat menilai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini jauh lebih penting untuk diselesaikan dibanding membicarakan agenda Pilpres 2029.
Isu pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja hingga stabilitas nasional disebut menjadi prioritas yang perlu mendapat perhatian bersama.
Baca Juga: Prabowo Dihubungi Presiden Palestina, Pesan Khusus Mahmoud Abbas Jadi Sorotan
Pandangan serupa juga datang dari Partai NasDem.
Partai tersebut menyatakan tetap memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, namun belum membahas secara khusus mengenai kemungkinan pencalonan kembali pada pemilu mendatang.
Di tengah beragam tanggapan tersebut, pernyataan Jokowi dinilai sebagai bentuk dukungan politik terhadap pemerintahan yang saat ini dipimpin Prabowo Subianto.
Sejak transisi kepemimpinan nasional berlangsung, hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo memang kerap menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia
Meski begitu, dinamika politik menuju Pemilu 2029 masih sangat terbuka.
Banyak pihak menilai perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah dukungan politik pada masa mendatang.
Karena itu, wacana mengenai Prabowo-Gibran dua periode masih dipandang sebagai diskursus politik yang prematur.
Namun, pernyataan Jokowi dan respons PDIP menunjukkan bahwa percakapan mengenai peta kekuatan politik nasional mulai menghangat meski pemilu berikutnya masih beberapa tahun lagi.
Baca Juga: Diduga Prabowo Ikut Nikmati Dana Program MBG, BGN Bongkar Fakta Sebenarnya
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Terungkap di Sidang MK, Bawaslu Sempat Terkendala Akses Data Pendidikan Gibran
- 10Polemik Ijazah Jokowi Kembali Memanas, Dokumen Disebut Dibakar dan 3 Saksi Siap Buka Suara







