Fakta Mengejutkan Klaim Mahkamah Internasional Akui Ijazah Jokowi Asli Ternyata Begini Tulisannya

AKURAT BANTEN - Jagat media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya informasi yang mengklaim Mahkamah Internasional telah mengakui keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Narasi tersebut menyebar luas melalui unggahan berupa tangkapan layar artikel berbahasa Inggris yang tampak meyakinkan.
Dalam unggahan yang viral itu disebutkan bahwa lembaga peradilan internasional telah menyatakan ijazah Jokowi asli setelah melalui proses pemeriksaan tertentu.
Tak sedikit pengguna media sosial langsung mempercayai informasi tersebut dan ikut membagikannya ke berbagai platform digital.
Namun setelah dilakukan penelusuran fakta, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Klaim yang menyebut Mahkamah Internasional mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ijazah Jokowi merupakan informasi palsu atau hoaks.
Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) diketahui tidak memiliki kewenangan menangani persoalan administrasi pendidikan individu.
Lembaga yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu bertugas menyelesaikan sengketa antarnegara dan memberikan pendapat hukum internasional.
Baca Juga: Viral Pengakuan Soal Modifikasi Ijazah Jokowi, Fakta Sebenarnya Terungkap
Karena itu, isu mengenai ijazah seorang tokoh politik Indonesia tidak termasuk dalam ranah yang ditangani lembaga tersebut.
Tidak ditemukan pula dokumen resmi, putusan, maupun publikasi dari Mahkamah Internasional yang membahas soal ijazah Jokowi.
Hasil pemeriksaan sejumlah media dan lembaga pemeriksa fakta juga menemukan bahwa tangkapan layar artikel yang beredar merupakan hasil manipulasi digital.
Judul dan isi artikel disebut telah diedit sedemikian rupa agar terlihat seperti berita asli dari media internasional.
Selain itu, foto persidangan yang digunakan dalam unggahan viral ternyata berasal dari dokumentasi lama terkait kasus berbeda di Mahkamah Internasional.
Gambar tersebut kemudian dipadukan dengan narasi baru untuk membangun opini yang menyesatkan publik.
Isu mengenai ijazah Jokowi memang beberapa kali menjadi bahan perdebatan di media sosial.
Berbagai narasi, baik yang mendukung maupun menyerang, terus bermunculan dan kerap memicu polemik di tengah masyarakat.
Baca Juga: Gugatan Ijazah Jokowi Kembali Heboh, Joman 'Cuma Cari Sensasi dan Pansos'
Padahal sebelumnya aparat penegak hukum telah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen ijazah milik Jokowi.
Hasil uji forensik disebut menunjukkan kesesuaian antara dokumen tersebut dengan data pembanding dari alumni lain pada periode yang sama.
Meski begitu, penyebaran informasi palsu masih terus terjadi, terutama di media sosial yang memungkinkan informasi beredar sangat cepat tanpa proses verifikasi.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat sebelum mempercayai sebuah kabar.
Pakar literasi digital mengingatkan bahwa hoaks umumnya dibuat dengan tampilan menyerupai berita asli agar mudah dipercaya.
Penggunaan judul sensasional dan gambar yang tampak resmi juga menjadi strategi untuk menarik perhatian publik.
Karena itu, masyarakat diimbau memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya kembali.
Verifikasi melalui media kredibel dan situs pemeriksa fakta menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan opini publik.
Baca Juga: Penggugat Sebut Ijazah Jokowi Asli, Tapi Kenapa Polisi Tetap Digugat? Fakta Ini Bikin Heboh
Dengan demikian, klaim yang menyebut Mahkamah Internasional telah menyatakan ijazah Jokowi asli dipastikan tidak benar dan termasuk informasi palsu yang beredar di media sosial.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Cole Palmer Lagi-Lagi Tak Bisa Bela Inggris, Begini Respons Thomas Tuchel
- 10Gol Kemenangan Berujung Petaka, Mbappé Cedera dan Harus Pulang ke Madrid: Ada Apa dengan Lututnya?







