Viral Pramugari Gadungan Batik Air, Kisah Nisa Berubah Haru Usai Dapat Pendidikan Gratis

AKURAT BANTEN - Kisah Khairun Nisa sempat menghebohkan publik setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air viral di media sosial.
Namun di balik peristiwa yang menuai beragam reaksi itu, tersimpan cerita hidup yang penuh tekanan dan akhirnya berujung haru.
Nisa diketahui nekat melakukan penyamaran bukan tanpa alasan.
Ia mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja yang menjanjikan posisi pramugari dengan iming-iming karier menjanjikan.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Nisa bahkan rela menyerahkan uang puluhan juta rupiah sebagai biaya administrasi. Sayangnya, janji itu tak pernah terwujud.
Setelah menyadari dirinya tertipu dan kehilangan tabungan, Nisa mengalami tekanan mental yang berat.
Rasa malu kepada keluarga dan keputusasaan membuatnya mengambil langkah keliru dengan berpura-pura menjadi pramugari.
Aksi itu akhirnya terbongkar dan menyeret namanya ke ruang publik.
Baca Juga: Viral! Anggota DPRD Diduga Cekik Pramugari Wings Air Gara-Gara Koper, Maskapai Tempuh Jalur Hukum!
Meski sempat mendapat kecaman, banyak pihak justru melihat sisi lain dari kisah Nisa.
Pengakuannya yang jujur tentang latar belakang dan kondisi psikologisnya mengundang empati.
Cerita Nisa dianggap mewakili kegelisahan banyak anak muda yang terjebak janji manis lowongan kerja palsu.
Titik balik pun terjadi. Sejumlah lembaga dan pihak yang peduli terhadap pendidikan tergerak untuk membantu Nisa bangkit.
Baca Juga: Polisi Tangkap Germo Prostitusi Selebgram dan Eks Pramugari di Bogor
Ia mendapatkan kesempatan pendidikan gratis, termasuk pelatihan dan pembinaan untuk mengembangkan keterampilan yang lebih terarah dan legal.
Bantuan tersebut diberikan bukan untuk membenarkan tindakan Nisa, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar kesalahan yang terjadi tidak menghancurkan masa depannya.
Pendidikan dinilai sebagai jalan terbaik untuk membantunya keluar dari lingkaran keterpurukan.
Nisa sendiri menyambut kesempatan itu dengan penuh rasa syukur.
Ia mengaku tidak menyangka kisah kelam dalam hidupnya justru membuka pintu baru untuk memperbaiki diri.
Ia bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dan tidak mengulang kesalahan serupa.
Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, kisah Nisa menjadi pengingat penting untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak masuk akal.
Di sisi lain, cerita ini juga menunjukkan bahwa dukungan dan empati bisa mengubah kesalahan menjadi awal harapan baru.
Baca Juga: Polisi Tangkap Germo Prostitusi Selebgram dan Eks Pramugari di Bogor
Kini, nama Nisa tak lagi hanya dikenal karena kontroversi, tetapi juga sebagai simbol bahwa kesempatan kedua bisa datang kepada siapa saja yang mau belajar dan bangkit dari kesalahan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










