Garuda Siap Disuntik Modal Rp 30 Triliun, Citilink Bakal Meledak Ekspansi Armada

AKURAT BANTEN - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersiap menerima suntikan modal jumbo senilai Rp 30,4 triliun melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung transformasi bisnis di tengah tantangan industri penerbangan.
Dari total dana tersebut, sekitar 37% akan dialokasikan khusus untuk Citilink guna mendanai ekspansi armada, sedangkan persentase lain akan digunakan baik oleh Garuda maupun untuk pembiayaan operasional dan utang.
Menurut dokumen keterbukaan informasi, proporsi penggunaan dana adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Tiket Citilink Murah 99 Ribuan Mulainya, Ini Cara Dapat Dijamin Anti Gagal
29% untuk modal kerja dan operasional Garuda
37% untuk peningkatan modal Citilink
22% untuk ekspansi armada
12% untuk pembayaran utang pembelian bahan bakar Citilink periode 2019–2021
Dengan dana tambahan ini, manajemen menargetkan agar Garuda Indonesia bisa mengembalikan posisi ekuitas yang sempat negatif menjadi positif sekitar USD 349,9 juta.
Modal akan disuntikkan melalui dua mekanisme: setoran tunai dan konversi pinjaman pemegang saham oleh PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM, yang merupakan pemegang saham utama Garuda.
Sebelumnya, Danantara telah menyuntikkan modal senilai USD 405 juta (sekitar Rp 6,6 triliun) ke Garuda dan Citilink untuk keperluan maintenance, repair and overhaul (MRO) serta kebutuhan jangka panjang.
Dalam pembagian tersebut, Garuda mendapatkan USD 111 juta (sekitar Rp 1,82 triliun) dan Citilink USD 294 juta (sekitar Rp 4,83 triliun).
Baca Juga: Skenario Peneror Bom di Pesawat Lion Air Berkedok Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Polisi
Rencana ekspansi ini menjadi momentum penting bagi Garuda-Citilink untuk memperkuat pangsa pasar dan kapabilitas operasional.
Menurut prediksi, Garuda berambisi mengoperasikan hingga 120 pesawat pada tahun 2030.
Namun, tantangan tidak sedikit. Beberapa hal yang harus diperhatikan:
Perusahaan harus segera menunjukkan profitabilitas agar suntikan modal tidak sia-sia.
Baca Juga: Dilecehkan di Pesawat Menuju Bandara Soetta, Tangisan Histeris Gadis Dibawah Umur Pecah
Utang pembelian bahan bakar dan kewajiban lain harus tertangani agar tidak menjadi beban jangka panjang.
Ekspansi perlu dibarengi disiplin biaya agar tidak terjadi pembengkakan beban.
Kabar ini penting bagi warga Banten karena bisa berdampak positif terhadap layanan penerbangan di daerah.
Dengan ekspansi armada Citilink dan Garuda, potensi peningkatan frekuensi dan rute ke/dari Banten semakin terbuka.
Baca Juga: Aksi Sigap Petugas Gagalkan Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines
Misalnya, Bandara di Banten (seperti Bandara Soekarno-Hatta yang melayani wilayah Banten) dapat menjadi titik servis tambahan bagi rute penerbangan baru.
Peluang kerja, sektor logistik, dan mobilitas masyarakat Banten juga bisa terdongkrak jika maskapai nasional tumbuh lebih sehat dan kuat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










