Banten

Skandal Data Gempa Terbongkar, Regulator Nuklir Jepang Hentikan Evaluasi Reaktor

Andi Syafriadi | 8 Januari 2026, 16:16 WIB
Skandal Data Gempa Terbongkar, Regulator Nuklir Jepang Hentikan Evaluasi Reaktor

AKURAT BANTEN - Otoritas pengawas nuklir Jepang mengungkap temuan serius terkait pemalsuan data gempa yang dilakukan oleh operator pembangkit listrik tenaga nuklir.

Temuan ini langsung memicu langkah tegas berupa penghentian sementara proses evaluasi keselamatan reaktor yang tengah diajukan untuk kembali beroperasi.

Regulator menilai tindakan tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan pelanggaran berat yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.

Data gempa memiliki peran krusial dalam menilai ketahanan reaktor terhadap bencana alam, terutama di Jepang yang berada di wilayah rawan gempa.

Baca Juga: Jepang Barat Diguncang Gempa Kuat, Aktivitas Susulan Tinggi Bikin Warga Diminta Tetap Waspada

Kasus ini mencuat setelah regulator menerima laporan internal yang mengindikasikan adanya data uji gempa yang tidak disajikan secara utuh.

Data tertentu diduga dipilih untuk menampilkan risiko yang lebih rendah dari kondisi sebenarnya, sehingga hasil evaluasi tampak memenuhi standar keselamatan.

Akibat temuan tersebut, seluruh proses peninjauan keselamatan reaktor terkait langsung dihentikan.

Regulator menyatakan akan meninjau ulang dokumen yang telah diserahkan dan mempertimbangkan apakah pemeriksaan harus diulang dari awal.

Baca Juga: Waspada Tsunami Indonesia Bagian Timur, BMKG Sebut karena Efek Gempa di Laut Filipina

Keputusan lanjutan akan ditentukan setelah pembahasan internal dan klarifikasi dari pihak operator.

Langkah tegas ini menegaskan sikap regulator Jepang yang tidak mentoleransi manipulasi data dalam sektor nuklir.

Keselamatan menjadi prinsip utama, mengingat kesalahan kecil dalam perhitungan risiko gempa dapat berujung pada dampak besar jika terjadi bencana.

Operator pembangkit listrik yang bersangkutan telah mengakui adanya ketidaksesuaian dalam data yang disampaikan.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG Peringatkan Sulut dan Papua Berpotensi Tsunami

Perusahaan tersebut menyatakan akan melakukan evaluasi internal, memperbaiki prosedur, serta bekerja sama penuh dengan regulator untuk memulihkan kepercayaan.

Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan energi nuklir di Jepang.

Trauma bencana nuklir Fukushima masih membekas, membuat masyarakat menuntut transparansi penuh dan pengawasan ketat terhadap seluruh fasilitas nuklir.

Pengamat energi menilai kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan independen dan sistem pelaporan yang jujur harus dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: BMKG Gempa Terkini Umumkan Bandung Terguncang 4,6 SR, Warga Panik Takut Gempa Susulan

Mereka menekankan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan demi percepatan operasional atau kepentingan ekonomi.

Hingga kini, nasib reaktor yang proses evaluasinya dihentikan masih belum dipastikan.

Regulator menegaskan bahwa izin operasi baru hanya akan diberikan jika seluruh data keselamatan terbukti valid dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.