Terungkap Kapal Gamsunoro Tanpa Kru WNI, Pertamina Bongkar Fakta Sebenarnya

AKURAT BANTEN - Isu mengenai kapal tanker Gamsunoro yang disebut tidak memiliki awak berkewarganegaraan Indonesia sempat menjadi perhatian publik.
Informasi ini mencuat setelah beredar video yang menampilkan pengakuan kru kapal bahwa seluruh awak berasal dari luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui anak usahanya memberikan penjelasan resmi.
Mereka menyatakan bahwa kapal tersebut sedang berada dalam status sewa oleh pihak asing untuk menjalankan operasi di rute internasional.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
Dalam skema penyewaan seperti ini, pihak penyewa memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kru kapal, termasuk asal negara para awaknya.
Hal tersebut merupakan praktik umum dalam industri pelayaran global dan dilakukan sesuai aturan yang berlaku secara internasional.
Karena berada di bawah kendali pihak penyewa, komposisi awak kapal Gamsunoro tidak melibatkan tenaga kerja Indonesia.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya berlaku pada kasus tertentu dan tidak mencerminkan keseluruhan operasional armada mereka.
Baca Juga: Terjebak di 'Mulut Naga': Alasan Tak Terduga Iran Belum Lepas 2 Kapal Raksasa Pertamina
Secara umum, mayoritas awak kapal yang bekerja di bawah naungan Pertamina tetap berasal dari Indonesia.
Perusahaan menyebut bahwa sebagian besar pelaut yang terlibat dalam operasionalnya adalah tenaga kerja lokal yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar internasional.
Pertamina juga menekankan bahwa penggunaan kru asing bukanlah pelanggaran, melainkan bagian dari kebutuhan operasional dalam bisnis global.
Pemilihan awak kapal biasanya mempertimbangkan keahlian, pengalaman, serta kebutuhan rute pelayaran yang dilayani.
Baca Juga: Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz, Kapal Pertamina Masih Tertahan?
Selain itu, skema penyewaan kapal kepada pihak lain dinilai sebagai strategi bisnis yang wajar.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset perusahaan di pasar internasional.
Meski penjelasan telah diberikan, isu ini tetap menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan tenaga kerja nasional.
Beberapa pihak menilai pentingnya transparansi agar masyarakat memahami konteks operasional yang sebenarnya.
Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran
Di sisi lain, langkah ekspansi ke pasar global juga dinilai sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia di industri maritim dunia.
Dengan terlibat dalam jaringan pelayaran internasional, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Kasus ini menunjukkan bahwa perbedaan persepsi dapat muncul ketika praktik bisnis global tidak dipahami secara menyeluruh.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat persoalan ini secara lebih utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran
Ke depan, Pertamina memastikan akan tetap mengutamakan tenaga kerja Indonesia dalam operasionalnya, sembari tetap mengikuti standar dan kebutuhan industri pelayaran internasional yang terus berkembang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









