Banten

Budi Arie Tergeser dari Kursi Menkop, Sempat Unfollow Instagram Prabowo Usai Reshuffle

Andi Syafriadi | 11 September 2025, 10:05 WIB
Budi Arie Tergeser dari Kursi Menkop, Sempat Unfollow Instagram Prabowo Usai Reshuffle

AKURAT BANTEN – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025).

Salah satu posisi menteri yang berganti adalah Menteri Koperasi (Menkop), di mana Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi.

Pergantian ini menjadi sorotan publik, mengingat Budi Arie selama ini dikenal sebagai figur yang cukup aktif dalam mengawal program pemberdayaan koperasi di tanah air.

Namun, keputusan reshuffle tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden, sebagaimana diakui langsung oleh Budi Arie.

Baca Juga: Heboh! Usai Dipecat, Budi Arie Ketauan Unfollow Akun Instagram Prabowo, Kenapa?

Sebelum kabar pergantian resmi diumumkan, Budi Arie sempat memberikan pernyataan kepada awak media.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya rencana reshuffle dalam Kabinet Merah Putih.

“Kalau soal reshuffle, itu hak prerogatif Presiden. Kita sebagai pembantu presiden tentu siap kapan saja diganti,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Budi Arie menerima keputusan politik tersebut dengan lapang dada, meski bagi sebagian kalangan hal ini cukup mengejutkan.

Baca Juga: Kader Partai PDIP Resmi Laporkan Budi Arie Ke Bareskrim, Kasus Apa?

Ferry Juliantono, yang sebelumnya menduduki kursi Wakil Menteri Koperasi, kini resmi dipercaya Presiden Prabowo untuk menahkodai Kementerian Koperasi.

Ferry dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi, serta pernah aktif dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dengan pengalamannya, Ferry diharapkan dapat melanjutkan sekaligus memperkuat program-program yang telah berjalan, termasuk upaya modernisasi koperasi dan peningkatan kontribusi sektor UMKM bagi perekonomian nasional.

Tak lama setelah pengumuman reshuffle, publik menyoroti aktivitas media sosial Budi Arie.

Pada Selasa (9/9/2025), akun Instagram resmi miliknya, @budiariesetiadi, diketahui berhenti mengikuti akun Presiden Prabowo, @prabowo.

Sebelumnya, akun Budi Arie tercatat mengikuti 98 akun.

Namun, setelah reshuffle, jumlahnya berkurang menjadi 97 akun, dan nama akun @prabowo tidak lagi ada dalam daftar following.

Perubahan kecil di media sosial ini langsung menjadi bahan perbincangan warganet.

Baca Juga: Budi Arie Bantah Terima 50 Persen Uang Judol: Narasi Jahat, Fakta Tak Mendukung!

Banyak yang menilai hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan, sementara sebagian lainnya beranggapan bahwa itu hanya tindakan personal tanpa makna politik.

Fenomena “unfollow” ini kemudian memicu beragam reaksi di jagat maya.

Beberapa pengguna media sosial menyayangkan sikap Budi Arie, karena dinilai bisa menimbulkan spekulasi negatif.

Namun, ada pula yang menilai bahwa hal tersebut adalah hak pribadi dan tidak seharusnya dilebih-lebihkan.

Baca Juga: Nama Budi Arie Muncul di Kasus Mafia Judi Online, Istana Pilih Tunggu Proses Hukum Jalan

“Unfollow itu urusan personal, jangan dikaitkan berlebihan. Yang penting kerja nyata beliau selama menjabat,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Meski demikian, sorotan publik tidak terelakkan, mengingat Budi Arie adalah figur publik yang sebelumnya cukup dekat dengan lingkaran politik Presiden Prabowo.

Reshuffle kabinet memang bukan hal baru dalam dinamika pemerintahan.

Pergantian posisi Budi Arie Setiadi dengan Ferry Juliantono menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi demi memperkuat kinerja kabinetnya.

Sementara itu, kisruh kecil di media sosial menambah warna dalam dinamika politik nasional.

Apakah “unfollow” tersebut sekadar ekspresi pribadi atau sinyal politik, hanya Budi Arie yang bisa menjawab.

Yang pasti, publik kini menunggu bagaimana arah kebijakan Kementerian Koperasi di bawah kepemimpinan Ferry Juliantono.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.