Banten

Lucky Hakim Nekat Lepas Ular, Dedi Mulyadi Mencak-mencak Ingatkan Hal Mengerikan Ini

Andi Syafriadi | 13 Agustus 2025, 16:02 WIB
Lucky Hakim Nekat Lepas Ular, Dedi Mulyadi Mencak-mencak Ingatkan Hal Mengerikan Ini

AKURAT BANTEN – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberi peringatan sekaligus pesan penting kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, terkait program “Ular Sahabat Tani” yang baru saja diluncurkan.

Program tersebut melepas ribuan ular ke sawah untuk memberantas hama tikus yang kerap merugikan para petani.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ogah Cabut Larangan Study Tour: Fokus Pendidikan, Bukan Bebani Orang Tua

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Rabu (13/8/2025), Dedi mengapresiasi langkah Lucky yang dinilainya kreatif dan berbasis ekosistem alami.

Menurutnya, penggunaan ular dan burung hantu sebagai predator alami tikus memang merupakan metode yang masuk akal dan ramah lingkungan.

"Kepada Pak Lucky Hakim saya ucapkan terima kasih, bapak telah berikhtiar menyelesaikan problem petani. Memang aspek yang alami untuk menangani tikus itu adalah ular dan burung hantu," ujar Dedi.

Meski demikian, Dedi mengingatkan bahwa program tersebut harus dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia meminta Lucky menjelaskan secara jelas kepada petani bahwa ular yang dilepaskan tidak berbisa dan aman bagi manusia.

"Ular sudah kreatif, tetapi nanti harus disampaikan kepada warga bahwa ular itu tidak berbisa," ucapnya.

Dedi juga mendorong agar program ini dilengkapi dengan pengembangan populasi burung hantu di wilayah persawahan.

Menurutnya, kombinasi kedua predator alami ini akan lebih efektif mengendalikan populasi tikus.

Baca Juga: Pekerja Wisata Jawa Barat Naik Pitam Soal Study Tour, Dedi Mulyadi Bikin Warganya Sendiri Bangkrut?

Dedi menyoroti fenomena perburuan ular sawah oleh masyarakat untuk dijual. Hal ini, kata dia, justru memicu ledakan populasi tikus yang mengancam hasil panen.

"Inget, selama ini ular sawah itu habis karena diburu oleh warga, kemudian dijual. Akhirnya, tikusnya merajalela, itu sangat berbahaya. Lama-lama sawahnya habis juga kalau jumlahnya sangat banyak," tegasnya.

Menurut Dedi, hama tikus merupakan salah satu masalah serius pertanian. Dalam jumlah besar, tikus dapat merusak lahan secara masif hingga menyebabkan gagal panen.

Karena itu, upaya pengendalian populasi hama harus dilakukan secara berkelanjutan.

Di akhir pesannya, Dedi memberikan semangat kepada Lucky Hakim dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk ikhtiar baik untuk membantu petani.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siap Diperiksa Polisi Padahal Bikin Pesta Rakyat Garut, Ternyata Ini Penyebabnya

"Pak Lucky semangat, Anda sudah berikhtiar, bagi saya itu ikhtiar yang baik. Tinggal sampaikan pada warga, ularnya tidak berbahaya. Mudah-mudahan nanti ditambah dengan burung hantu. Semangat semuanya, yang penting orang itu punya keinginan untuk menyelesaikan berbagai problem di lingkungannya," pungkas Dedi.

Unggahan Dedi Mulyadi tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang memuji keterbukaan dan dukungan yang diberikan Gubernur Jabar kepada Bupati Indramayu itu.

"Keren bapak, sehat selalu bapak," tulis akun @po.

"Hatur nuhun pak infona soal hama tikus," imbuh akun @han.

"Luar biasa bapak aing sat-set kerjanya," tambah akun @wa.

Program “Ular Sahabat Tani” sendiri menjadi sorotan publik lantaran dianggap unik dan jarang dilakukan di daerah lain.

Meski menuai pro dan kontra, langkah ini dinilai sebagian pihak sebagai inovasi pengendalian hama yang memanfaatkan mekanisme rantai makanan di alam.

***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.