Tenang Meski Rekrutmen CPNS 2025 Tidak Ada tapi Rekrutmen CPNS 2026 Skemanya Begini

AKURAT BANTEN – Isu ditiadakannya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2025 memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama para pencari kerja yang bercita-cita menjadi aparatur sipil negara.
Di tengah kabar tersebut, pemerintah mulai mengungkap skema baru yang akan diterapkan untuk rekrutmen CPNS mendatang.
Baca Juga: Mau Daftar CPNS 2025? Ternyata Formasinya Tidak Akan Sebanyak Tahun Lalu, Ini Alasannya
Perubahan ini digadang-gadang akan membuat proses seleksi lebih fleksibel, transparan, dan efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak lagi kaku dan seragam, sistem baru disebut akan mengadopsi model seleksi seperti ujian internasional TOEFL atau IELTS, di mana peserta memiliki keleluasaan dalam menentukan strategi terbaik mereka.
Menurut rencana, sistem modern ini diharapkan dapat menjaring calon pegawai yang benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan instansi pemerintah.
Perubahan Penting dalam Skema Seleksi CPNS 2025
Meski seleksi nasional 2025 ditiadakan secara serentak, pemerintah tetap mempersiapkan sejumlah pembaruan yang akan menjadi dasar rekrutmen di tahun berikutnya.
Beberapa poin penting di antaranya adalah:
1. Ujian Bisa Dipilih Sendiri
Jika sebelumnya ujian CPNS dilaksanakan serentak secara nasional, sistem baru memungkinkan peserta memilih waktu dan lokasi ujian sesuai kesiapan.
Mekanisme ini mirip dengan ujian TOEFL atau IELTS, sehingga peserta tidak terikat pada satu jadwal tertentu.
2. Hasil SKD Berlaku Dua Tahun
Salah satu perubahan yang dinilai menguntungkan adalah masa berlaku hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diperpanjang hingga dua tahun.
Peserta yang lulus SKD di satu periode dapat menggunakan nilai tersebut untuk periode berikutnya tanpa mengulang dari awal.
3. Bisa Ulang Sebagian Tes Saja
Sistem baru juga memperkenalkan skema pengulangan subtes. Peserta yang gagal hanya pada salah satu bagian tes, seperti Tes Karakteristik Pribadi (TKP), cukup mengulang bagian tersebut tanpa harus mengulang Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
Skema ini dinilai lebih adil dan efisien dibanding sistem lama.
4. Pemanfaatan AI dan Big Data
Untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kecurangan, seleksi CPNS mendatang akan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data analytics.
Teknologi ini akan membantu memverifikasi data, menganalisis jawaban peserta, dan mendeteksi kejanggalan selama proses seleksi.
5. Formasi Semakin Selektif
Meski sistem seleksi lebih fleksibel, pemerintah memastikan bahwa jumlah formasi akan lebih terbatas dan hanya dibuka untuk posisi esensial.
Hal ini berarti persaingan akan semakin ketat, sehingga peserta perlu mempersiapkan diri lebih matang.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini 2 Sekolah Kedinasan 2025 Tanpa Syarat Tinggi Badan, Lulus Langsung Jadi CPNS!
Pemerintah optimistis bahwa perubahan ini akan menciptakan proses rekrutmen ASN yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.
Dengan kombinasi fleksibilitas waktu, sistem penilaian yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi, diharapkan para peserta dapat berkompetisi secara sehat dan transparan.
Meski 2025 menjadi tahun tanpa rekrutmen CPNS nasional, kehadiran skema baru ini memberi harapan bagi calon peserta di 2026.
Para pelamar diimbau memanfaatkan waktu luang untuk mempersiapkan diri, mempelajari materi ujian, dan memahami mekanisme baru yang akan berlaku.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









