Banten

Roy Suryo Mulai Takut? Keaslian Ijazah Jokowi Mulai Terungkap Usai Sang Pakar Telematika Mangkir

Andi Syafriadi | 4 Juli 2025, 07:33 WIB
Roy Suryo Mulai Takut? Keaslian Ijazah Jokowi Mulai Terungkap Usai Sang Pakar Telematika Mangkir

AKURAT BANTEN - Polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi (Joko Widodo) kembali mencuat dan menunjukkan belum ada tanda-tanda penyelesaian.

Kasus yang telah bergulir sejak tahun-tahun awal kepemimpinan Jokowi itu kini memasuki babak baru, namun tak kunjung menemui titik terang.

Baca Juga: Inilah Bukti Nyata Ijazah Jokowi Asli, Sosok Penting Ini Pernah Memegangnya, 'Orang Nyata'

Salah satu perkembangan terbaru adalah ketidakhadiran Roy Suryo dan timnya saat dipanggil pihak kepolisian untuk klarifikasi.

Pada Selasa, 1 Juli 2025, pihak Roy Suryo menggelar konferensi pers yang menyatakan bahwa mereka memilih untuk tidak memenuhi panggilan klarifikasi dari Polda Metro Jaya.

Dalam pernyataannya, Roy menyebutkan bahwa undangan klarifikasi bersifat tidak wajib, sehingga mereka berhak untuk tidak hadir.

Keputusan tersebut sontak menimbulkan berbagai spekulasi di publik.

Sebagian pihak menilai tindakan Roy Suryo Cs justru menambah kesan bahwa tudingan terhadap keaslian ijazah Presiden Jokowi tidak dilandasi oleh bukti kuat.

Sebaliknya, para pendukung Roy menyebut langkah itu sebagai bentuk protes terhadap proses hukum yang mereka nilai tidak netral.

Tak hanya di Polda Metro Jaya, polemik ini juga tengah berlangsung di Bareskrim Polri.

Laporan terkait dugaan ijazah palsu yang diajukan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) masih menunggu gelar perkara khusus yang dijadwalkan akan digelar pada 9 Juli mendatang.

Baca Juga: BOM WAKTU Ijazah Jokowi Meledak! Mantan Wamen Paiman Raharjo Disebut Terlibat Percetakan UPP: Roy Suryo Desak Kapolri Turun Tangan!

TPUA melalui kuasa hukumnya, Eggi Sudjana, bersikeras meminta agar dalam gelar perkara tersebut turut dihadirkan sejumlah ahli independen dari pihak pelapor.

TPUA beralasan bahwa kehadiran para ahli independen akan menjamin objektivitas dalam proses gelar perkara.

Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan apakah permintaan itu akan dikabulkan oleh penyidik. Beberapa pengamat hukum menilai bahwa permintaan tersebut bisa saja dipenuhi, selama tidak bertentangan dengan prosedur hukum yang berlaku.

Polemik ini pun menjadi perdebatan panjang di tengah masyarakat.

Banyak yang mempertanyakan mengapa isu keaslian ijazah Presiden bisa terus diangkat, padahal Presiden Jokowi telah beberapa kali menunjukkan dokumen resminya, baik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Kementerian Pendidikan.

Baca Juga: Bareskrim Persilakan Roy Suryo Laporkan Penyidik, Sebut Proses Ijazah Jokowi Sudah Transparan

Sementara itu, pihak Istana maupun Presiden Jokowi sendiri tetap memilih bersikap tenang dan tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait perkembangan terbaru.

Beberapa pengamat menilai sikap ini merupakan strategi untuk tidak memperkeruh suasana politik menjelang tahun politik yang semakin hangat.

Namun demikian, jika isu ini tidak segera diselesaikan secara hukum dengan jelas dan tuntas, maka berpotensi menjadi bola liar yang bisa dimanfaatkan berbagai pihak untuk kepentingan politik tertentu.

Kredibilitas lembaga penegak hukum juga menjadi taruhan dalam kasus ini.

Dengan semakin dekatnya jadwal gelar perkara khusus di Bareskrim, publik tentu menantikan langkah selanjutnya dari pihak berwenang.

Akankah tudingan ini berakhir di meja hukum, atau justru kembali menjadi polemik yang tak berujung?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.