Banten

Pengamat Menilai Pertemuan Mega-Prabowo, Pastikan Jokowi Tidak Setir Presiden Terpilih

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 11 September 2024, 16:01 WIB
Pengamat Menilai Pertemuan Mega-Prabowo, Pastikan Jokowi Tidak Setir Presiden Terpilih

AKURAT BANTEN - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra direncanakan akan bertemu sebelum dilakukannya acara pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Berdasar keterangan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, keduanya membenarkan rencana pertemuan tersebut.

Namun mereka tidak memberikan keterangan secara rinci atau gamblang, terkait kapan, dimana dan apa yang akan dibahas.

Baca Juga: Menkominfo Budi Arie Pastikan Akun Kaskus Fufufafa Bukan Milik Gibran

Ketua DPP PDIP Perjuangan, justru meminta untuk tidak terlalu dini simpulkan kalau kelak keduanya akan membahas peluang PDIP mengisi kabinet Prabowo-Gibran atau bagi-bagi kursi kekuasaan.

"Masih terlalu jauh. Komunikasi sudah kita lakukan. Kan, saya juga sering ketemu Prabowo di acara-acara Pak Prabowo. Jadi ya selalu berkomunikasi, selalu bersilaturahmi," ungkap Puan.

Berdasarkan analisa dari pengamat politik Kunto Adi Wibowo, Ia menilai kalau pertemuan Prabowo dan Megawati karena didorong oleh adanya kepentingan visi dan misi yang sama.

Baca Juga: Pj Wali Kota Tangerang Nurdin Buka Suara Usai Dilaporkan ke Bawaslu

Selanjutnya, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) berpendapat, mungkin saja ingin memastikan Jokowi tidak lagi memiliki kekuatan berlebihan di masa pemerintahan atau saat berjalannya kabinet Prabowo Subianto nanti.

"Sebagai presiden terpilih periode 2024-2029 seharusnya Prabowo tidak boleh disetir atau menjadi bonekanya Jokowi sepanjang kepemimpinannya"

"Karena kepentingan yang sama, kira-kira gitu lah makanya ini pertemuan bisa terwujud dan kita lihat saja akan berujung pada koalisi yang besar dan pemerintahan Pak Prabowo tidak punya oposisi," tutur Kunto Adi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.