Curhatan AHY: Perlakuan Kepada Partai Demokrat Tidak Mengindahkan Nilai-nilai Moral Dan Etika

AKURAT BANTEN - Sebelum mendukung Prabowo-Gibran, Partai Demokrat merupakan partai pengusung Anies Baswedan bersama PKS dan NasDem. Lalu memutuskan keluar usai Anies dan NasDem bekerja sama dengan PKB dan menjadikan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) mengatakan kini setelah mendukung paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diperlakukan dengan tidak baik oleh koalisi sebelumnya.
"Ini terjadi karena perlakuan kepada Partai Demokrat yang sungguh tidak mengindahkan nilai-nilai moral dan etika yang sepatutnya," ucap AHY saat berpidato dengan tema Kesejahteraan untuk Semua di Hotel El Royale, Bandung, Jawa Barat yang disiarkan CNN Indonesia, Jumat (12/11).
AHY percaya diri, bahwa masyarakat mengetahui dan memahami mengapa Demokrat kini mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
AHY juga tidak ingin berlarut-larut memikirkannya. Lebih baik fokus menghadapi Pemilu 2024 agar Partai Demokrat bisa optimal memperjuangkan agenda perubahan dan perbaikan.
- Baca Juga: Pernyataan Prabowo: Saya Menguasai HGU Mendekati 500.000 Hektar, Bukan 340.000 Hektar
- Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Tiru Gaya Jokowi saat Debat Capres Ketiga Lawan Prabowo
- Baca Juga: Mahasiswa Sebar 4 juta Selebaran di 35 Provinsi Berisi Penolakan Politik Dinasti Dan Pemimpin Pelanggar HAM.
Dia mengatakan Demokrat juga setuju untuk melanjutkan kebijakan yang baik.
"Serta melanjutkan hal-hal yang sudah baik, tetap dapat kami lakukan di tempat kami yang baru," ucap AHY.
Dia yakin agenda Demokrat dalam lima tahun ke depan tetap dapat dilaksanakan meski tak ada kader yang menjadi capres dan cawapres.
AHY mengaku sudah menitipkan agenda Demokrat kepada Prabowo Subianto selaku calon presiden yang mereka dukung di Pilpres 2024.
"Pada prinsipnya, Pak Prabowo mewadahi pemikiran Partai Demokrat, untuk melakukan Agenda Perubahan dan Perbaikan, seraya melanjutkan hal-hal yang sudah baik," kata AHY.
Diketahui pada Pilpres 2024, Demokrat tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju bersama Gerindra, Golkar, PBB, PAN, Gelora, Garuda serta PSI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan








