Luhut: Banyaknya TKA China Karena Kesalahan Indonesia

AKURAT BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan disoroti publik setelah komentarnya yang kontroversial terkait tenaga kerja asing (TKA) China di sektor tambang.
Luhut menyebut banyaknya TKA China yang bekerja di sektor tambang Indonesia sebagai kesalahan sendiri.
Dikutip dari Fajar.co.id, Atas komentar tersebut, kemudian mendapat tanggapan keras dari berbagai pihak, termasuk Owner Cyber Muslim Grup Muhammad Assaewad.
"Banyak TKA China di Indonesia yang Kerja pada Sektor Tambang, Luhut (bilang) Ini Kesalahan Kita," kata Assaewad dalam keterangannya di aplikasi X @Muhammad_Saewad (25/2/2024).
Assaewad menyoroti alasan di balik pernyataan Luhut dan mempertanyakan klaim bahwa ini adalah kesalahan kebijakan Indonesia.
"Lah kok kesalahan kita?," tandasnya.
- Baca Juga: AHY: Makan siang Gratis, Turut di Bahas Saat Rapat Kabinet Jokowi
- Baca Juga: Terkini! Kerusakan Akibat Gempa Magnitudo 5,7 Menghancurkan Beberapa Rumah di Pandeglang
- Baca Juga: Apa yang Dimaksud Sesar Garsela? Begini Penjelasan Sesar Pemicu Gempa Paling Aktif di Jawa Barat
Sebelumnya, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang terampil telah mendorong pertumbuhan tenaga kerja asing (TKA), terutama yang berasal dari China, di sektor tambang dan proyek smelter di Indonesia.
Diantaranya menurut Luhut, proyek smelter di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah. Proyek ini dibangun oleh perusahaan dari tiga investor China. Di antaranya Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi.
Hal ini juga mengundang pertanyaan terkait strategi pengembangan SDM yang lebih baik agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri, sehingga tidak terlalu bergantung pada TKA asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Lamine Yamal Mengamuk: 2 Gol, 1 Assist, dan Rekor 66 Tahun Spanyol Akhirnya Pecah!
- 10Jude Bellingham Dapat Sinyal Besar dari Thomas Tuchel, Ban Kapten Inggris Bisa Segera Berpindah Tangan!










