Banten

Tak Hanya Server KPU, Aplikasi Bawaslu Juga Error. Perhitungan Suara Dilakukan Secara Manual

Noudhy Valdryno | 15 Februari 2024, 13:35 WIB
Tak Hanya Server KPU, Aplikasi Bawaslu Juga Error. Perhitungan Suara Dilakukan Secara Manual

AKURAT BANTEN - Berbagai hambatan dihadapi para panitia penanggung jawab pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Tangerang sejak pagi hari, Rabu (14/2/2024).

Mulai dari di sejumlah tempat pemilihan suara (TPS) tergenang banjir, dilanjutkan server situs KPU yang down, kini petugas KPPS dan Panwascam di Kota Tangerang terpaksa harus menghitung manual hasil perolehan suara lantaran aplikasi Siwaslu 2024 tak dapat diakses.

Seperti dirasakan oleh petugas Panwascam di Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Ferdi Firdaus. Menurutnya, aplikasi dari Bawaslu pusat itu sudah tidak dapat diakses sejak sehari sebelum Pemilu 2024 diselenggarakan.

“Dari semalem sekira pukul 22.00 WIB Siwaslu 2024 sudah error. Padahal aplikasi ini, untuk kita para Panwascam input seluruh keperluan Bawaslu,” ujar Ferdi kepada Akurat Banten.

Ferdi menyebutkan, dengan dibekali aplikasi Siwaslu 2024, para Panwascam dapat memberi laporan di dalam fitur yang telah tersedia di dalamnya.

“Mulai dari A1 hingga A5. Yaitu terkait pelaporan pelanggaran saat hari tenang, pemilih yang belum terdaftar, ketersediaan logistik, hingga perhitungan suara mulai dari capres hingga setiap caleg di setiap TPS,” paparnya.

Karena aplikasi tersebut tak dapat digunakan, kata Ferdi, dalam perhitungan suara nantinya, para Panwascam diberikan link untuk perhitungan suara.

“Jadi dari hasil perhitungan dari kotak suara, kita isi di Link ini secara manual beserta dengan bukti foto surat suara,” ungkap Ferdi.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawaslu Kota Tangerang Komarullah mengakui memang Siwaslu 2024 ini sedang down.

“Tadi sempet bisa. Tapi down lagi. Sementara ini down. Arahan dari Bawaslu Provinsi Banten ketika down laporan secara manual. Foto C plano itu dengan handphone masing-masing,” kata Komarullah.

Namun tak dipungkiri Komarullah, memang dalam memasukan data lebih efisien dengan aplikasi Siwaslu 2024.

“Tapi namanya aplikasi itu tidak sempurna. Namanya juga buatan manusia. Hal ini seperti pengalaman ada tahun 2019 lalu juga terjadi,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.